Dengan kapasitas produksi yang besar, smelter ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekspor produk olahan nikel dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
“Nilai ekspor produk nikel naik delapan kali lipat dari USD 4,31 miliar pada 2017 menjadi USD 34,44 miliar pada 2023,”ujar Airlangga dikutip dari RRI.co.id.
Total investasi dalam rangka hilirisasi nikel sendiri hingga Juni 2024 mencapai angka USD 30 miliar. Investasi tersebut berfokus pada pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik serta pembangunan smelter.
Baca Juga : Mantan Presiden Jokowi Disebut Masuk Nominasi Tokoh Terkorup Sedunia Versi OCCRP
Airlagga juga mengungkapkan bahwa kehadiran kawasan industri hilirisasi nikel ini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Morowali, bahkan hingga empat kali lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga : WALHI Sumbar Sebut Ada Dugaan Aliran Dana Tambang Ilegal 600 Juta Per Bulan Kepada AparatKata Kunci : Pembangunan Smelter Nikel di Kawasan Industri Neo Energy Morowali Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi
13 Nov 2025, 9:34 WIB
13 Nov 2025, 9:40 WIB
13 Nov 2025, 10:02 WIB
13 Nov 2025, 10:13 WIB
13 Nov 2025, 10:22 WIB
13 Nov 2025, 11:02 WIB
13 Nov 2025, 11:33 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:25 WIB
13 Nov 2025, 17:58 WIB
13 Nov 2025, 14:31 WIB
13 Nov 2025, 14:03 WIB
13 Nov 2025, 17:53 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
08 Nov 2025, 12:58 WIB
13 Okt 2025, 1:37 WIB
13 Okt 2025, 1:52 WIB
13 Okt 2025, 1:15 WIB
13 Okt 2025, 0:59 WIB
09 Okt 2025, 19:44 WIB
Tradisional
08 Okt 2025, 16:00 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...