Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Ohayo
»
Detail Berita


Filosofi Wabi-Sabi, Menemukan Keindahan dalam Ketidaksempurnaan ala Jepang

Foto: Dalam retakan, kita menemukan kekuatan. Dalam kerutan, kita menemukan pengalaman. Dalam ketidakteraturan, kita menemukan keunikan. Dalam kefanaan, kita menemukan urgensi untuk benar-benar hidup. (wabisabiculture.org)
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Jakarta, Kilaswarta.com -- Di zaman yang serba instan dan penuh polesan, kita kerap terobsesi dengan kesempurnaan. Feed media sosial dipenuhi wajah tanpa cela, rumah bergaya minimalis steril, dan hidup yang tampak selalu rapi serta terencana.

Namun jauh sebelum era digital hadir, masyarakat Jepang telah mengenal sebuah filosofi yang justru memuliakan ketidaksempurnaan, yang dikenal sebagai wabi-sabi.

Apa Itu Wabi-Sabi?

Wabi-sabi (侘寂) adalah konsep estetika dan filosofi hidup asal Jepang yang mengajarkan kita untuk melihat keindahan dalam ketidaksempurnaan, ketidaktetapan, dan ketidaksempurnaan alami. Ia adalah penghormatan terhadap segala sesuatu yang sederhana, usang, tidak simetris, dan bersahaja.

Baca Juga : Gyaru, Tren Fashion Anak Muda Jepang yang Mendobrak Tradisi

Istilah wabi awalnya mengacu pada kesederhanaan hidup dalam harmoni dengan alam, sedangkan sabi merujuk pada keindahan yang datang seiring waktu, seperti karat di logam, retakan di tembikar, atau warna yang memudar pada kain.

Gabungan keduanya menciptakan cara pandang yang lembut, penuh penerimaan, dan jauh dari tekanan perfeksionisme modern.

Wabi-Sabi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Baca Juga : Gambaran Keindahan dan Keseimbangan yang Terangkai Dalam Seni Ikebana

Halaman :

Kata Kunci : Wabi-Sabi, Keindahan dalam Ketidaksempurnaan ala Jepang

Tag Berita :

Sorotan

KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik

05 Feb 2026, 18:39 WIB

KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi

31 Jan 2026, 20:03 WIB

Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

31 Jan 2026, 19:52 WIB

Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

31 Jan 2026, 19:25 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua