Filosofi ini juga selaras dengan prinsip kintsugi, seni memperbaiki keramik pecah dengan emas. Retakan tidak ditutupi, tapi justru ditonjolkan, karena di sanalah terletak keunikan.
Wabi-sabi mengajak kita untuk memperlakukan hidup kita seperti karya kintsugi, seperti merangkul luka, memperbaikinya dengan cinta, dan menjadikannya bagian dari keindahan kita.
Cara Menghidupi Wabi-Sabi
Baca Juga : 10 Daftar Anime Terbaru yang Wajib Ditonton oleh Pecinta Anime di Indonesia
Tidak perlu tinggal di Kyoto atau menghias rumah dengan perabot tradisional Jepang untuk menerapkan wabi-sabi. Beberapa langkah sederhana di bawah ini layak dicoba untuk menghidupi filosofi wabi-sabi.
Pertama, terima Ketidaksempurnaan. Alih-alih mengutuk kekurangan, coba terima bahwa segala sesuatu, termasuk diri kita, tidak sempurna dan tidak harus begitu.
Kedua, hargai Proses dan Waktu. Fokus pada proses, bukan hasil. Nikmati pertumbuhan perlahan dan biarkan waktu mengubah kita tanpa merasa harus selalu muda atau ideal.
Baca Juga : Tokyo DisneySea Destinasi yang Wajib Dikunjungi Saat Wisata Ke JepangKata Kunci : Wabi-Sabi, Keindahan dalam Ketidaksempurnaan ala Jepang
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan
22 Jan 2026, 16:31 WIB
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 10:22 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...