Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Kesehatan
»
Detail Berita


RSI Sultan Agung Bersiap Jadi Pusat Terapi Stem Cell (Sel Punca) ke-22 di Indonesia

Foto: Visitasi dan asesmen tim Kemenkes dan BRIN ke RSI Sultan Agung Semarang
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Semarang, Kilaswarta.com -- Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang terus mematangkan kesiapan untuk menjadi pusat penelitian berbasis pelayanan rujukan dan terapi sel ke-22 di Indonesia. Persiapan tersebut dilakukan dengan memastikan seluruh aspek legalitas, tata kelola, sumber daya manusia, hingga standar pelayanan memenuhi ketentuan pemerintah.

RSI Sultan Agung akan menjalani proses penilaian dan verifikasi yang melibatkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini menjadi bagian dari upaya rumah sakit untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan kegiatan penelitian dan aplikasi klinis terapi regeneratif sesuai regulasi yang berlaku.

Fokus persiapan antara lain mencakup penguatan legalitas, tata kelola, serta kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penerapan aplikasi klinis secretome dan metabolit sel punca yang memenuhi standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan berasal dari laboratorium resmi.

Kesiapan tersebut juga ditopang oleh posisi RSI Sultan Agung sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (FK Unissula), yang berada di bawah naungan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA).

Dari sisi akademik, FK Unissula telah memiliki ekosistem pengembangan ilmu kedokteran regeneratif melalui Program Magister (S2) Biomedis dengan konsentrasi Stem Cell, Anti-Aging, and Regenerative Medicine. Pengembangan bidang tersebut juga berlanjut pada Program Doktoral (S3) dengan bidang yang serupa.

Ekosistem akademik tersebut didukung oleh profesor dan doktor yang memiliki keahlian di bidang sel punca dan merupakan lulusan perguruan tinggi terkemuka di dalam maupun luar negeri. Mereka terlibat sebagai praktisi, dokter spesialis, serta aplikator klinis dari berbagai disiplin ilmu kedokteran.

Selain sumber daya manusia, kesiapan operasional rumah sakit juga diperkuat melalui kerja sama dengan sejumlah laboratorium mitra berstandar CPOB nasional. Laboratorium yang disebut antara lain ProSTEM, Regenic (Kalbe), dan SCCR (Stem Cell and Cancer Research). RSI Sultan Agung juga membangun sinergi riset produk bersama BRIN.

Ketua Umum YBWSA, Prof. Dr. Bambang Tri Bawono, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh yayasan terhadap langkah RSI Sultan Agung untuk mempercepat pengembangan perannya sebagai pusat rujukan terapi regeneratif.

Dukungan tersebut diarahkan pada pengembangan pusat rujukan yang tetap berlandaskan etika medis, kepastian hukum, serta keselamatan pasien atau patient safety.

Direktur Utama RSI Sultan Agung, Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, mengatakan kepatuhan terhadap regulasi merupakan bagian penting dalam pengembangan inovasi medis.

“RSI Sultan Agung selalu berdedikasi untuk taat legal dan patuh pada seluruh aturan pemerintah. Keberanian kami melangkah didasari kesiapan matang melalui integrasi akademik FK Unissula, dukungan para profesor dan dokter spesialis aplikator, serta kemitraan resmi dengan laboratorium CPOB seperti ProSTEM, Regenic, dan SCCR bersama BRIN,” tegas dr. Agus Ujianto.

Menurut Agus Ujianto, kesiapan menuju pusat rujukan ke-22 di Indonesia juga ditujukan untuk memastikan seluruh tahapan riset translasi dan aplikasi klinis berlangsung secara legal, aman, serta memenuhi standar mutu yang tinggi.

Visitasi Melibatkan Regulator, Pakar, dan Tim Peneliti

Untuk menilai kesiapan tersebut, RSI Sultan Agung menjalani proses visitasi, audit, dan evaluasi kelayakan ilmiah. Proses ini melibatkan sejumlah pakar, regulator, peneliti, serta tim yang berasal dari berbagai lembaga terkait.

Dari Kementerian Kesehatan RI, delegasi yang terlibat terdiri atas dr. Amsal Amri, MKM dan Monalisa Octaviani Mohamad, SKM.

Sementara itu, Komite Sel Punca diwakili Prof. dr. Ahmad Faried, Ph.D., Sp.BS(K), FICS dan dr. Muji Rahayu, M.Si.Med., Sp.PK.

Dari Tim Pengawas Independen BRIN hadir Dr. dr. Reza Yuridian Purwoko, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV dan Dr. dr. Eko Setiawan, Sp.B., FINACS. Adapun Data Safety Monitoring Board (DSMB) diwakili Prof. Dr. dr. Harimat Hendarwan, M.Kes. dan dr. Lusito, Sp.PD-KGH.

Tim Audit BRIN melibatkan Dr. dr. H. M. Saugi Abduh, Sp.PD, K-KV, FINASIM. Sedangkan Tim Clinical Research Unit (CRU) diwakili dr. Fikri Taufiq, M.Si.Med., Sp.JP, Ph.D.

Dari pihak RSI Sultan Agung, tim peneliti terdiri atas dr. Mohammad Arif, Sp.PD; Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa; dr. Vito Mahendra, Sp.B, Subsp.BD(K); Zamsiah Martiasih, S.Kep., Ners; Heni Latifah, S.Kep., Ners; serta Apt. Rahma Laila Qodriyani S., S.Farm.

Melalui proses visitasi dan asesmen tersebut, RSI Sultan Agung mempersiapkan diri untuk melengkapi jejaring pusat pelayanan dan penelitian terapi sel punca nasional yang telah ditetapkan pemerintah melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI.

Jejaring tersebut sebelumnya telah mencakup sejumlah rumah sakit di berbagai wilayah Indonesia. RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dan RSUD Dr. Soetomo Surabaya tercatat sebagai pusat rujukan utama atau pembina.

Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, jejaring tersebut mencakup RSUP Dr. Kariadi Semarang, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten, RSUP Dr. Sardjito Sleman, serta RSUD Dr. Moewardi Surakarta.

Jejaring pelayanan dan penelitian terapi sel punca juga mencakup sejumlah rumah sakit rujukan di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, serta sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa.

Dengan persiapan tersebut, RSI Sultan Agung berupaya memenuhi seluruh persyaratan untuk menjadi bagian dari jejaring pusat pelayanan dan penelitian terapi sel punca ke-22 di Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi RSI Sultan Agung sebagai rumah sakit pendidikan Islam yang mengembangkan riset translasi di bidang kedokteran regeneratif dengan tetap menempatkan kepatuhan terhadap regulasi, etika medis, dan keselamatan pasien sebagai bagian penting dalam pelaksanaannya. (*)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Berita Indonesia terkini, terbaru dan terpercaya dalam perspektif bisnis, ekonomi, sosial, politik, budaya, teknologi dan ekologi

Tag Berita :

    Sorotan

    Mengapa Seiko 5 Sports Jadi Salah Satu Jam Automatic Favorit? Ini 5 Keunggulannya

    07 Jul 2026, 14:43 WIB

    Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital

    19 Jun 2026, 5:59 WIB

    Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

    12 Jun 2026, 8:19 WIB

    Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

    07 Jun 2026, 6:59 WIB


    Pilihan Redaksi

    Baca Juga

    Berita Lainnya

    Pasang Iklan
    Goenglish CHANNEL
    Lihat Semua
    Gojapan CHANNEL
    Lihat Semua
    Tradisional CHANNEL
    Lihat Semua