Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025

China Bergantung kepada Ukraina Soal Teknologi Militer

Foto: Kapal induk pertama AL China, Liaoning (Doc. Xinhua / AP)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, Kilaswarta.com -- Upaya modernisasi militer Beijing selama dua dekade terakhir tak lepas dari teknologi, perlatan, dan sumber daya manusia dari Ukraina. Kini, karena invasi Rusia ke Ukraina, hubungan strategis antara Kiev dan Beijing terancam rusak, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (3/2/2022).

Beberapa analis militer dan diplomat mengatakan, konflik saat ini dapat merusak perdagangan antara kedua negara yang telah membantu modernisasi militer China selama 20 tahun terakhir.

Upaya modernisasi militer Beijing selama dua dekade terakhir tak lepas dari teknologi, perlatan, dan sumber daya manusia dari Ukraina. Kini, karena invasi Rusia ke Ukraina, hubungan strategis antara Kiev dan Beijing terancam rusak, sebagaimana dilansir Reuters, Kamis (3/2/2022). Beberapa analis militer dan diplomat mengatakan, konflik saat ini dapat merusak perdagangan antara kedua negara yang telah membantu modernisasi militer China selama 20 tahun terakhir.

Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI) melaporkan, kapal induk pertama China merupakan kapal era Uni Soviet yang Beijing beli dari Ukraina. Selain itu, China juga membeli mesin untuk pesawat latih, kapal perusak, tank, serta pesawat angkut dari Ukraina. Data SIPRI menunjukkan, kesepakatan antara China dan Ukraina setiap tahun menghabiskan setidaknya antara 70 juta dollar AS hingga 80 juta dollar AS. Program yang sudah berjalan lama termasuk kesepakatan senilai 317 juta dollar AS hingga 319 juta dollar AS untuk menyediakan kendaraan serbu amfibi. Selain itu, ada kesepakatan senilai 380 juta dollar AS berupa mesin turbofan untuk pesawat latih tempur JL-10 milik China, menurut data SIPRI.

Baca Juga : Rusia Pertimbangkan Pembatasan Ekspor Gas, Logam Berharga, dan Uranium

Kesepakatan penting lainnya adalah penjualan 30 turbin gas untuk 15 kapal perusak Type-052D. Mesin-mesin tersebut sekarang diproduksi China di bawah lisensi dan mungkin juga telah diadaptasi dan ditingkatkan untuk kapal yang lebih modern. Teknologi-teknologi yang diperoleh teknisi dan insinyur militer China memungkinkan pertumbuhan desain dan kemampuan manufaktur asli negara itu sendiri. Oleh karena perkembangan itu, kini "Negeri Panda" sebenarnya tidak terlalu bergantung pada Ukraina daripada tahun-tahun sebelumnya. "China sangat bergantung pada teknologi Ukraina pada 1990-an dan awal 2000-an. Tetapi itu semakin berkurang, terutama karena China telah mengembangkan kemampuan desain dan manufakturnya sendiri," kata Siemon Wezeman, peneliti transfer senjata senior di SIPRI.

"Mungkin masih ada beberapa teknologi yang diincar China, terutama yang terkait dengan kedirgantaraan dan rudal. Dan mereka (Ukraina) memiliki kualitas dan mutakhir," kata Wezeman kepada Reuters. Meski Rusia tetap menjadi sumber teknologi militer terpenting China, Ukraina telah menyediakan beberapa item yang mungkin enggan atau lambat diberikan oleh Moskwa. Di era Uni Soviet, Ukraina sendiri berperan sebagai pusat pembuatan kapal militer dan kedirgantaraan. "Dugaan saya adalah, Ukraina selama beberapa tahun mengisi ceruk penting bagi China, karena mungkin lebih mudah untuk mendapatkan produk dan teknologi tertentu yang mungkin kurang diminati oleh Rusia untuk menjualnya," kata konsultan strategis yang berbasis di Singapura, Alexander Neill. Tetapi, lanjut Neill, desain dan kapasitas manufaktur asli China sendiri telah meningkat dan sebagian besar Ukraina mungkin telah memenuhi tujuannya. Keterlibatan AS yang semakin intensif di Ukraina pascaperang juga dapat memperumit perdagangan.

Baca Juga : Fakta-Fakta Tambang Lithium Terbesar di Eropa yang Diprotes Warga Serbia

Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.

Halaman :

Kata Kunci : Liaoning, Kapal Induk, China, Ukraina

Sorotan

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB

Kenali 19 Jenis Operasi yang Ditanggung BPJS Kesehatan Per Januari 2026

03 Jan 2026, 11:00 WIB

Implementasi Ngopeni Ngelakoni dalam Praktik Sosial Masyarakat Jawa Tengah

29 Des 2025, 6:52 WIB

Jet Tempur KF-21 Boramae, Kerjasama Strategis Indonesia dan Korea Selatan

29 Des 2025, 19:09 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Situasi Asimetris dan Potensi Konflik di Kawasan Indo-Pasifik

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Es Krim Gula Aren Menjadi Media Seru Untuk Belajar Bahasa Inggris Anak MI 1 Tumbrep Oleh Mahasiswa KKNT UNDIP Kemdiktisaintek

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN Undip Membuat Plang Edukasi Sampah Guna Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Masyarakat

Program Pemberdayaan Masyarakat Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN Undip Membuat Peta Titik Rekomendasi Penjualan Gula Aren Semut

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Pasang Kaca Cembung untuk Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas di Desa Tumbrep

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Sosialisasi 5R untuk UMKM dan Masyarakat di Desa Tumbrep

Program PMM Kemdiktisaintek : Mahasiswa KKN-T Kemdiktisaintek UNDIP Gelar Program “SADAR” untuk Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Desa Tumbrep

Program Pemberdayaan Masyarakat Oleh Mahasiswa Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKNT Undip Hadirkan Buku Panduan Bisnis untuk Remaja & Warga Desa Tumbrep

Program PMM Kemdiktisaintek: Mahasiswa KKN Undip Promosikan Identitas Digital UMKM Gula Aren Turens Desa Tumbrep Lewat Instagram

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua