Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Teknologi
»
Detail Berita


Akar Masalah Rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Foto: Latihan perang gabungan Balikatan 2019 antara militer Filipina dan Amerika Serikat. (www.aprnet.org)
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok telah melampaui batas ekonomi dan militer; keduanya berbaur menjadi satu sistem kekuatan yang saling terkait. Pelabuhan-pelabuhan BRI Tiongkok berfungsi ganda sebagai pusat logistik militer, sementara proyek PGII Amerika diarahkan untuk mengamankan jalur pasokan mineral penting yang dibutuhkan industri pertahanan. Jika tren ini terus berlanjut, dunia menuju kepada pembentukan dua ekosistem global yang terpisah, satu berpusat pada yuan dan jaringan BRI dengan kekuatan A2/AD yang mengontrol 68 pelabuhan di kawasan, dan satu lagi berbasis dolar dengan PGII serta aliansi maritim yang menopang kekuatan global AS.

Para analis memperkirakan hingga 2030 Indo-Pasifik tetap akan menjadi kawasan yang paling menentukan arah tatanan dunia baru. Probabilitas konflik di Selat Taiwan diperkirakan mencapai 18 persen dalam lima tahun ke depan, sedangkan di Laut China Selatan sekitar 11 persen. Pada 2040, kawasan ini bisa saja terbelah menjadi dua blok ekonomi-militer yang saling eksklusif, memaksa negara-negara seperti India, Jepang, dan terutama ASEAN, untuk mencari jalan tengah yang semakin sempit. Namun, di tengah ketegangan tersebut, peluang inovasi tetap terbuka. Inisiatif digital dan kerja sama ekonomi di Asia Tenggara dapat menjadi jembatan antara dua kekuatan besar tersebut, memberikan ruang bagi stabilitas dan kemandirian kawasan.

Hakikatnya, rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok pada bukan sekadar pertarungan dua negara adidaya, melainkan refleksi dari perubahan struktur global yang lebih besar, yaitu pergeseran dari dunia yang terintegrasi menuju dunia yang terpolarisasi. Di Indo-Pasifik, tempat dua samudra bertemu dan jalur perdagangan vital bersilangan, pertarungan ini akan menentukan arah masa depan, apakah dunia akan terpecah menjadi dua kubu yang saling menutup diri, ataukah justru menemukan cara baru untuk berbagi pengaruh dalam keseimbangan yang rapuh.

Baca Juga : Pengobatan Alat Vital Banyuwangi, Bapak M. Yadi Sanusi Resmi dan Paten Langsung Terbukti

Rivalitas ini menggambarkan transformasi global menuju dunia multipolar yang belum stabil. Keduanya bukan hanya bersaing dalam pengaruh, tetapi juga dalam ide, antara liberalisme dan otoritarianisme, antara keterbukaan dan kontrol. Dalam konteks ini, peran negara menengah seperti Indonesia menjadi sangat penting, bukan sebagai penonton tetapi sebagai mediator yang menjaga agar kompetisi tidak berubah menjadi konfrontasi terbuka. (*)

Baca Juga : Pengobatan Alat Vital Banjarmasin Bapak M. Yadi Sanusi Resmi dan Paten Langsung Terbukti

Halaman :

Kata Kunci : Penyebab dan akar masalah rivalitas Amerika Serikat dan Tiongkok di Kawasan Indo-Pasifik

Sorotan

Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

12 Jun 2026, 8:19 WIB

Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

07 Jun 2026, 6:59 WIB

Pusat Pembesar Kejantanan Pria Bontang Haji Abdul Azis Ahli Terapi Resmi

28 Mei 2026, 3:33 WIB

Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten

24 Mei 2026, 11:50 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua