Eddy menambahkan, hilirisasi yang dilakukan bukan hanya strategi pemerintah untuk mengingkatkan nilai tambah bahan mineral, namun juga menjadi penggerak dalam upaya Indonesia melakukan transisi energi dengan kendaraan listrik.
Meski begitu, tantangan terbesar Indonesia dalam hal ini ialah memastikan semua proses hilirisasi yang dilakukan, terutama nikel, tidak hanya berfokus pada aspek-aspek ekonomi saja, namun perlu untuk tetap memperhatikan prinsip ESG (environmental, social, and governance).
Heri Susanto selaku Chief Content Officer & Co-Founder Katadata menerangkan bahwa hasil riset yang dilakukan KIC menunjukkan pembangunan smelter yang gencar dilakukan pemerintah diikuti dengan pembangunan PLTU yang mengutamakan energi dari PLTU Captive sebesar 14,5 GW.
Baca Juga : Ini Pernyataan Resmi OCCRP Terkait Masuknya Jokowi Dalam Nominasi Person of The Year 2024
Menurut Heri, kondisi demikian akan mempersulit Indonesia mewujudkan komitmen dan target dalam penurunan emisi pada tahun 2030. Heri menambahkan, KIC memberikan beberapa rekomendasi dalam hal ini.
Pertama, moratorium serta pengendalian investasi smelter nikel. Hal ini dibutuhkan dalam rangka optimalisasi nilai tambah dan efisiensi cadangan nikel Indonesia dengan mengatur supply and demand nikel di pasar global.
Kedua, penggunaan EBT sebagai upaya menekan emisi dalam pengelolaan smelter. Hal ini perlu diupayakan dengan mengganti penggunaan energi batubara menjadi EBT dalam pengelolaan smelter yang perlu dimuat dalam revisi Perpres 112 Tahun 2022.
Baca Juga : Mantan Presiden Jokowi Disebut Masuk Nominasi Tokoh Terkorup Sedunia Versi OCCRPKata Kunci : Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Pemerintahan Prabowo-Gibran akan Dorong Hilirisasi Nikel
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...