Rino Fransuella, salah satu mahasiswa dari Jurusan Hukum, menjelaskan bahwa dengan adanya sertifikat halal, pembeli akan memiliki kepercayaan lebih terhadap produk. "Bahan-bahan yang digunakan sudah terjamin kehalalannya," jelas Rino.
Tim yang menggarap program kerja halalisasi terdiri dari enam orang, Rino Fransuella (Hukum), Refa Ega (Peternakan), Nur Aisah (Biologi), Aurora Fara (Biologi), Sekar Irmasari (Teknologi Pangan), dan Ryannanda Augusta Budi Dewangga (Hukum). Mereka menargetkan sertifikasi halal untuk 24-25 pelaku usaha yang sebagian besar berdagang di CFD Sikatak. "Sejauh ini, kami sudah mendekati lebih dari 50 pelaku usaha, dan sekitar 30 di antaranya menyatakan minat untuk dihalalkan," ungkap Rino. Perlu diketahui, proses sertifikasi halal ini sendiri masih berlangsung.
Untuk mendapatkan sertifikasi, tim mahasiswa membantu mengumpulkan data yang diperlukan dari pelaku usaha. "Kami akan menyerahkan data-data ini kepada pendamping, kemudian kami akan membantu pendamping untuk melakukan kunjungan ke pelaku usaha," kata Rino. Proses sertifikasi ini menggunakan skema self-declare yang dibantu oleh Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan observasi, monitoring dan kontrol dilakukan secara bertahap dimulai sejak akhir Juli 2025 hingga proses sertifikat halal turun.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Kendala yang dihadapi dalam proses ini, menurut Rino, adalah beberapa pelaku usaha masih menggunakan produk yang belum memiliki sertifikasi halal. Sementara itu, Refa Ega dari Jurusan Peternakan menambahkan, "Kendala yang saya alami adalah pelaku usaha menunda-nunda saat diminta memberikan informasi." Namun, secara umum, sebagian besar pelaku usaha yang didekati tim mahasiswa kooperatif dan mudah diajak bekerja sama.
Upaya mahasiswa KKN ini mendapat apresiasi dari Rais Nur Latifah, dosen UIN Walisongo Semarang sekaligus pendamping tim halal. "Saya sangat bangga bahwa teman-teman KKN sudah berinisiatif menjalankan program halalisasi. Ini sejalan dengan program dari BPJPH dan percepatan sertifikasi halal," ujar Ibu Rais. Ia juga menekankan bahwa dengan nantinya ada sertifikasi halal, akan memberikan konsumen rasa aman, nyaman, dan percaya terhadap produk yang dibeli.
Dengan proker halalisasi ini, mahasiswa KKN IDBU 22 UNDIP tidak hanya membantu pelaku UMKM secara praktis, tetapi juga turut serta dalam memperkuat jaminan produk halal di Indonesia, memberikan dampak positif bagi pelaku usaha maupun konsumen.
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : Mahasiswa, KKN Undip, IDBU 22, Semarang, UMKM, CFD, Sertifikasi Halal
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...