Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Mahasiswa KKN Undip Gelar Workshop Ecobrick, Warga Tambangan Belajar Ubah Limbah Plastik Jadi Produk Bernilai Guna

Foto: Mahasiswa KKN-T Tim 85 Undip Berhasil Mengadakan Workshop Seputar Pembuatan Ecobrick dari Limbah Plastik Kepada Ibu-ibu PKK RW 3, Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Mijen, Semarang, Kilaswarta.com -- Persoalan limbah plastik rumah tangga masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang tergabung dalam Tim KKN-T IDBU 85 menginisiasi program kreatif berupa "Workshop Pembuatan Ecobrick sebagai Solusi Kreatif untuk Pemanfaatan Limbah Plastik Bernilai Guna".

Program ini dipelopori oleh Alfin Fadillah, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip. Kegiatan yang dilaksanakan pada 20 Juli 2025 ini menyasar warga RW 3 Tambangan sebagai upaya memberikan edukasi dan praktik langsung pemanfaatan limabh plastik melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Dalam workshop, warga diperkenalkan pada konsep ecobrick sebagai solusi kreatif pemanfaatan botol plastik bekas yang diisi limbah plastik non-organik padat hingga menjadi bata ramah lingkungan. Peserta belajar tahapan pembuatan mulai dari pemilahan limbah, pembersihan, pengeringan, hingga pengisian botol plastik dengan teknik yang tepat.

Antusiasme warga terlihat saat mereka mencoba langsung membuat ecobrick. Beberapa hasil ecobrick yang jadi dalam workshop bahkan dimanfaatkan untuk produk sederhana, seperti pot tanaman. "Dengan ecobrick, limbah plastik yang semula hanya menumpuk bisa disulap menjadi sesuatu yang bermanfaat dan punya nilai guna," jelas Alfin saat mendampingi warga dalam praktik.

Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

Melalui kegiatan ini, warga diajak memahami dampak negatif penggunaan plastik sekali pakai terhadap lingkungan serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Workshop ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap keberadaan bank sampah Tambangan, yang selama ini sudah berjalan aktif namun masih terkendala penumpukan plastik non-organik.

"Harapannya, warga bisa lebih konsisten dalam mengelola sampah rumah tangga, bukan hanya dijual ke bank sampah, tapi juga dimanfaatkan menjadi ecobrick yang bisa dipakai bersama," tambah Alfin.

Meski program berjalan sukses, beberapa hambatan tetap ditemui. Masih ada warga yang kurang konsisten melakukan pemilahan limbah di rumah sehingga bahan ecobrick tidak selalu tersedia dalam kondisi bersih dan kering. Selain itu, sebagian warga menilai proses pembuatan ecobrick membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra, sehingga motivasi bisa menurun jika tidak ada pendampingan rutin.

Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKNT Undip, Semarang, Ecobrick, Plastik, PKK

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua