Berlangsung dii gedung pertemuan RW 03 tak hanya memaparkan materi saja, mahasiswa ikut mendampingi penyusunan strategi Business Plan, sekaligus meningkatkan dan menyebarkan pemahaman masyarakat mengenai nilai jual hasil pangan lokal melalui perencanaan usaha yang terstruktur, dengan contoh produk tradisional Barongko yang digunakan dalam Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita.
Kegiatan diawali berupa pemberian materi dalam bentuk leaflet kepada peserta posyandu yang sudah selesai melakukan cek kesehatan, kemudian diberikan penjelasan mengenai langkah-langkah membuka usaha, mulai dari pengelolaan produk, inovasi, perencanaan bisnis, hingga sistem administrasi yang sederhana dan terintegrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanfaatan hasil olahan pangan lokal dari segi bisnis dapat dipahami dengan baik oleh peserta.
Namun, pastinya masih ditemukan hambatan, di antaranya tidak semua peserta memiliki minat untuk memulai usaha, mengingat sebagian besar hadir sebagai orang tua yang fokus mendampingi balita dan lansia di medical check up di Posyandu. Sebagai tindak lanjut, leaflet di atas yang telah dibagikan diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi warga RW 03 yang memiliki ketertarikan untuk membuka usaha, khususnya dalam mengembangkan produk pangan lokal yang sehat dan bernilai jual tinggi. Dan, memang hal ini dilatar belakangi oleh adanya potensi pangan lokal yang bernilai gizi tinggi serta memiliki daya jual yang kurang dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Meski demikian, panitia tetap optimis bahwa panduan yang dibagikan akan bermanfaat bagi warga yang ingin berwirausaha. Dengan semangat pemberdayaan masyarakat, Azlia berhadap bahwa leaflet ini dapat menjadi modal awal bagi warga untuk mencoba berbisnis, apalagi jika ada dukungan lanjutan seperti pelatihan pengemasan atau pemasaran. Leaflet ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru di RW 03, sekaligus mengangkat nilai pangan lokal sebagai produk unggulan daerah.
Reporter: Azlia Puspa Kartika
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : KKNT Undip, Semarang, Pelaku UMKM, Business Plan, Barongko
Pusat Pengobatan Alat Vital Semarang oleh Bapak Maulana, Terpercaya di Jawa Tengah dan Sekitarnya
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...