Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program KKN-T IDBU Undip yang bertujuan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat, sekaligus menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa mengenai kehidupan sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Program ini difokuskan pada edukasi sanitasi dan literasi pangan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 6 tentang air bersih dan sanitasi layak serta SDGs 2 tentang ketahanan pangan.
Untuk melaksanakan kedua SDGs di atas, Kelompok 4 memiliki beberapa jenis program yang wajib dilaksanakan seperti multidisiplin, sosial masyarakat, dan program lain-lain. Lebih lanjut lagi, Ketua KKN kelompok 4, Veron Danda Erlangga, menjelaskan bahwa Program Multidisiplin 1 fokus pada SDGs 6, yakni penyediaan air bersih dan sanitasi layak bagi masyarakat.
Dalam program ini, mahasiswa melakukan edukasi mengenai pengelolaan limbah organik agar dapat diubah menjadi produk bernilai tambah. Berbagai inovasi diperkenalkan, antara lain pembuatan pupuk organik cair dari limbah perikanan, pembuatan eco-enzyme dari sisa dapur, lilin aromaterapi dari minyak jelantah, hingga budidaya maggot yang dapat menjadi peluang usaha bagi warga.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi tentang pentingnya sanitasi layak, penggunaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), serta mitigasi risiko banjir melalui pendekatan partisipatif, sehingga masyarakat dapat lebih siap menghadapi bencana lingkungan.
Sementara itu, Program Multidisiplin 2 berfokus pada SDGs 2, yaitu ketahanan pangan dan gizi seimbang. Melalui konsep Isi Piringku, mahasiswa mengedukasi warga tentang pola makan sehat, pentingnya mengurangi konsumsi makanan olahan yang berlebihan, serta meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein.
Mahasiswa juga memperkenalkan praktik urban farming berbasis aquaponik dan bioflok, yang memungkinkan warga memproduksi pangan sendiri secara berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam diperkenalkan sebagai upaya kreatif untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya daur ulang dan pengurangan sampah plastik.
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : KKN, Undip, Semarang, Edukasi, Sanitasi, Pangan, SDGs, PKK
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Samarinda Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Ambon, Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...