Melalui program bertajuk "Pengenalan Kosakata Bahasa Inggris melalui Praktik Membuat Es Krim Gula Aren Sederhana", mahasiswa menghadirkan pengalaman belajar unik bagi anak-anak MI 1 Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang.
Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025, dengan tema besar "Mengembangkan Potensi, Menumbuhkan Mandiri: Sinergi Omah Tani dan Karang Taruna dalam Membangun Agroekowisata Digital Desa Tumbrep melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa."
Kegiatan yang digagas oleh Novita Nisrina, mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan Universitas Diponegoro, ini lahir dari semangat untuk menghadirkan metode belajar kontekstual yang dekat dengan keseharian anak-anak desa. Dengan memanfaatkan bahan lokal seperti gula aren, Novita menciptakan kegiatan belajar yang memadukan unsur pendidikan, kreativitas, dan budaya lokal.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Dalam kegiatan yang berlangsung di ruang kelas MI 1 Tumbrep, mahasiswa menggunakan flashcard bergambar untuk mengenalkan kosakata sederhana dalam Bahasa Inggris seperti sugar, milk, ice, spoon, cup, dan mix. Anak-anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga langsung mempraktikkan proses membuat es krim gula aren, sambil mengulangi kosakata yang dipelajari. Suasana belajar menjadi interaktif, penuh tawa, dan antusiasme.
"Saya ingin anak-anak merasakan bahwa belajar Bahasa Inggris bisa menyenangkan dan bisa dilakukan lewat hal-hal yang mereka temui setiap hari," ujar Novita Nisrina, penggagas program. "Dengan mengaitkan pembelajaran dengan kegiatan membuat es krim gula aren, mereka tidak hanya belajar bahasa, tapi juga menghargai produk lokal desanya sendiri."
Es krim gula aren dipilih bukan tanpa alasan. Selain bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar Desa Tumbrep, gula aren juga merupakan produk unggulan lokal yang menjadi identitas desa. Dengan cara ini, anak-anak belajar mencintai produk lokal sekaligus memahami bahwa bahasa asing dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan desa ke dunia luar.
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : Mahasiswa, KKN-T, Kemendiktisaintek, UNDIP, Batang, Desa Tumbrep, Eskrim Gula Aren, Kosakata Bahasa Inggris
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...