Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Diponegoro (UNDIP), dengan skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025. Melalui skema ini, program pengabdian mahasiswa diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat desa dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, termasuk dalam peningkatan literasi pajak di kalangan remaja.
Program ini lahir dari pemahaman bahwa literasi pajak di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda, masih sangat rendah. "Banyak dari kita membayar PPN setiap kali jajan atau belanja, tapi tidak tahu ke mana uang itu mengalir. Kami ingin memutus mata rantai ketidaktahuan ini," tutur Muhammad Athoillah Rais, mahasiswa program studi Akuntansi Perpajakan, sekaligus koordinator program. "Tujuan kami bukan hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan. Kami ingin mereka sadar bahwa setiap rupiah PPN yang dibayarkan adalah kontribusi langsung untuk pembangunan negeri."
Acara edukasi ini dikemas dengan cara yang inovatif dan jauh dari kesan kaku. Bertempat di salah satu aula masjid, para mahasiswa menggunakan media interaktif seperti infografis, kuis, dan simulasi belanja. Mereka mengajak para remaja masjid untuk berpartisipasi aktif, menganalisis struk belanja, dan menghitung sendiri berapa PPN yang telah mereka sumbangkan. Suasana diskusi menjadi hidup ketika para remaja dengan antusias bertanya tentang dampak pajak pada kehidupan sehari-hari mereka.
Baca Juga : KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
"Kami menjelaskan bahwa PPN itu seperti uang gotong royong. Uang yang kita kumpulkan bersama digunakan untuk membangun jalan raya, jembatan, sekolah, hingga puskesmas yang kita gunakan sehari-hari," tambah Athoillah. "Mereka jadi lebih mudah mengerti karena kami menggunakan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan mereka."
Suci, salah satu perwakilan remaja masjid, mengaku mendapatkan wawasan baru yang mengubah cara pandangnya. "Dulu, saya pikir PPN itu cuma tambahan biaya yang bikin harga jadi mahal. Setelah dijelaskan, saya jadi bangga karena uang yang saya bayarkan ternyata ikut membangun Batang. Ini membuat saya merasa jadi bagian penting dari masyarakat," ujarnya sambil tersenyum.
Lebih dari sekadar program satu kali, tim KKN Undip juga menargetkan program ini memiliki dampak berkelanjutan. Mereka berharap para remaja masjid yang telah mendapatkan edukasi ini dapat menjadi "agen perubahan" yang menyebarkan pemahaman ini kepada keluarga dan teman-teman di lingkungan sekitar. Dengan demikian, kesadaran pajak dapat berkembang secara alami dari lingkungan terkecil.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah LingkunganKata Kunci : Mahasiswa, KKN-T, UNDIP, Batang, Desa Tumbrep, Edukasi, Pajak
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...