Kegiatan ini mengusung tema besar “Mengembangkan Potensi, Menumbuhkan Mandiri: Sinergi Omah Tani dan Karang Taruna dalam Membangun Agroekowisata Digital Desa Tumbrep melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa.”
Reza mengusung program Restorasi Mikro sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 13: Climate Action dan SDG 15: Life on Land. Kegiatan ini berlangsung di Omah Tani Batang dan dihadiri oleh para anggota komunitas setempat. Program dimulai dengan sesi edukasi yang membahas urgensi perubahan iklim serta pentingnya menjaga ekosistem daratan.
Peserta diajak memahami bagaimana perubahan iklim berdampak pada kehidupan sehari-hari, mulai dari cuaca ekstrem, penurunan kualitas lingkungan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan. Melalui diskusi interaktif, para peserta didorong untuk melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan peran aktif masyarakat.
Baca Juga : KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
Setelah sesi edukasi, acara dilanjutkan dengan penanaman pohon sebagai bentuk implementasi nyata. Sebanyak 20 pohon pule (Alstonia scholaris) dan 30 pohon beringin (Ficus benjamina) ditanam di sekitar kawasan Omah Tani Batang. Bibit-bibit pohon ini merupakan dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang, yang turut melihat pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, komunitas lokal, dan pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Reza menjelaskan bahwa konsep restorasi mikro dipilih karena sesuai dengan kebutuhan lokal. Restorasi mikro menekankan pada tindakan sederhana namun konsisten untuk memperbaiki kualitas lingkungan dalam lingkup kecil. “Perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil. Penanaman pohon hari ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam jangka panjang pohon-pohon ini akan berkontribusi dalam menyerap karbon dioksida, menghasilkan oksigen, serta menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk,” ujarnya.
Lebih jauh, keberadaan pohon pule dan beringin juga memiliki manfaat ekologis penting. Selain menyerap emisi, akar pohon berfungsi mencegah erosi tanah, sementara kanopinya memberikan keteduhan dan menjaga kelembapan lingkungan sekitar. Dalam jangka panjang, pohon-pohon tersebut diharapkan dapat meningkatkan keanekaragaman hayati dengan menyediakan habitat bagi burung, serangga, dan organisme lain.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah LingkunganKata Kunci : Mahasiswa, KKN-T, UNDIP, Kemendiktisaintek, Batang, Desa Tumbrep, Edukasi, Restorasi Mikro
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...