Hal yang sama disampaikan CEO IPTN North America, Inc, Gautama Indra Djaya. Menurutnya, Indonesia perlu memikirkan adanya lembaga pengelolaan imbal-dagang ini secara komprehensif. Pangkalnya, kelembagaan ini dapat membantu Indonesia meminimalisasi ketergantungan teknologi dari negara lain.
Indra menyebut, sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah sangat mampu mengikuti perkembangan teknologi apapun. Sehingga Indonesia harus mengoptimalkan imbal dagang dari setiap pembelian teknologi baru dari negara lain.
"Idealnya melalui offset ini kita bisa secara bertahap mengalihkan teknologi kunci produksi pesawat baik sipil maupun tempur," kata Indra.
Baca Juga : Ini Pernyataan Resmi OCCRP Terkait Masuknya Jokowi Dalam Nominasi Person of The Year 2024
Menurut Indra, China memberikan contoh terbaik untuk itu. Offset pembelian pesawat sipil maupun tempur mereka dikoordinasikan oleh lembaga khusus, sehingga posisi tawarnya semakin tinggi. Karenanya, menjadi tidak heran kalau industri pesawat mitranya sulit untuk menolak permintaan dari China.
"Manajemen offset saat Pak Habibie sebagai Menristek yang merangkap sebagai Dirut IPTN juga adalah pengalaman yang baik. Karena kita berhasil mengalihkan beberapa teknologi kunci pengembangan pesawat terbang," pungkas dia.
Baca Juga : Mantan Presiden Jokowi Disebut Masuk Nominasi Tokoh Terkorup Sedunia Versi OCCRPDisclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.
Kata Kunci : Berita Indonesia terkini, terbaru dan terpercaya dalam perspektif bisnis, ekonomi, sosial, politik, budaya, teknologi dan ekologi
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...