Proses dry stack tailing dimulai dengan mengeringkan limbah tambang menggunakan alat seperti filter press atau vacuum disc filters.
Setelah limbah tambang dikeringkan, material tersebut akan membentuk padatan dengan kadar air yang sangat rendah. Kadar air yang terkandung biasanya berada di bawah 20%.
Limbah yang sudah kering kemudian dipindahkan dan disimpan dalam lapisan-lapisan pada tempat penyimpanan khusus yang telah disiapkan.
Baca Juga : Indonesia dan Inggris Sepakati Kerjasama Teknologi Bidang Mineral Kritis
Karena sifatnya yang padat, limbah kering ini lebih stabil secara struktural, sehingga menurunkan resiko longsor atau erosi.
Teknologi dry stack tailing kini menjadi alternatif yang semakin populer di industri pertambangan global. Dengan manfaat-manfaat yang ada, teknologi ini tentu menawarkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi industri pertambangan.
Baca Juga : Kementerian ESDM Temukan Harta Karun Lithium di Bledug Kuwu GroboganKata Kunci : Mengenal Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan Sebagai Solusi Tambang Ramah Lingkungan
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan
22 Jan 2026, 16:31 WIB
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 10:22 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...