Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Teknomiliter
»
Detail Berita


Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan : Solusi Ramah Lingkungan?

Foto: Pemanfaatan teknologi Dry Stack Tailing (www.takraf.com)
Pasang Iklan

Semarang, Kilaswarta.com -- Penanganan terhadap limbah hasil tambang atau tailing menjadi salah satu tantangan besar yang harus dihadapi dalam industri pertambangan.

Salah satu alternatif yang mulai banyak digunakan dalam dunia pertambangan ialah pemanfaatan teknologi dry stack tailing yang dianggap lebih ramah lingkungan dibanding metode tradisional.

Pengelolaan limbah tambang dengan teknologi ini dinilai lebih aman dan efisien serta dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Apa Itu Dry Stack Tailing?

Dry stack tailing merupakan metode pengelolaan limbah hasil tambang dengan mengeringkan limbah hingga berbentuk padat sebelum limbah disimpan ditempat tertentu dalam bentuk lapisan-lapisan kering.

Teknologi ini tidak memerlukan penggunaan air dalam jumlah besar sebagaimana digunakan dalam beberapa metode konvensional, seperti metode taiing dams atau kolam penampungan.

Limbah tambang pada umumnya metode konvensional disimpan dalam bentuk lumpur cair. Namun hal ini berisiko menyebabkan pencemaran lingkungan dan kebocoran bendungan penampung.

Manfaat Teknologi Dry Stack Tailing

Keunggulan utama teknologi dry stack tailing ialah pada sisi keamanannya. Resiko keruntuhan bendungan limbah tambang yang kerap menimbulkan bencana lingkungan dapat diminimalisir dengan hadirnya teknologi ini.

Penggunaan lahan dalam teknologi ini juga tidak begitu banyak, pasalnya limbah padat dapat disimpan secara lebih efisien. Hal ini juga mengurangi dampak pencemaran air tanah yang sering terjadi dalam metode penyimpanan basah.

Metode ini juga dianggap lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan air berlebih secara signifikan. Dampaknya tentu membantu menjaga sumber daya air di sekitar lokasi tambang.

Teknologi ini juga memungkinkan pengurangan debu-debu berbahaya serta meminimalisir potensi limpahan air limbah ke lingkungan sekitar.

Cara Kerja Teknologi Dry Stack Tailing

Proses dry stack tailing dimulai dengan mengeringkan limbah tambang menggunakan alat seperti filter press atau vacuum disc filters.

Setelah limbah tambang dikeringkan, material tersebut akan membentuk padatan dengan kadar air yang sangat rendah. Kadar air yang terkandung biasanya berada di bawah 20%.

Limbah yang sudah kering kemudian dipindahkan dan disimpan dalam lapisan-lapisan pada tempat penyimpanan khusus yang telah disiapkan.

Karena sifatnya yang padat, limbah kering ini lebih stabil secara struktural, sehingga menurunkan resiko longsor atau erosi.

Teknologi dry stack tailing kini menjadi alternatif yang semakin populer di industri pertambangan global. Dengan manfaat-manfaat yang ada, teknologi ini tentu menawarkan masa depan yang lebih berkelanjutan bagi industri pertambangan.

Halaman :

Kata Kunci : Mengenal Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan Sebagai Solusi Tambang Ramah Lingkungan

Sorotan

Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

31 Jan 2026, 19:52 WIB

Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

31 Jan 2026, 19:25 WIB

Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan

22 Jan 2026, 16:31 WIB

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua