Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Teknologi
»
Detail Berita


Misteri Dentuman Besar di Malang Akhirnya Terungkap, Ditemukan Rongga Raksasa Bawah Tanah

Foto: Ilustrasi gempa yang memicu suara dentuman besar
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Malang, Kilaswarta.com -- Fenomena tanah ambles disertai suara dentuman misterius yang menggegerkan warga Desa Umbulan Tulungrejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, kini terungkap penyebabnya. Penyelidikan mendalam menunjukkan bahwa dentuman tersebut berasal dari runtuhnya material tanah ke dalam rongga besar di bawah permukaan tanah.

Artikel ini mengulas mekanisme terjadinya fenomena ini dari perspektif geologi serta upaya mitigasi yang dapat dilakukan.

Runtuhnya Material ke Rongga Bawah Tanah
Fenomena suara dentuman yang menggetarkan wilayah ini terkait erat dengan keberadaan rongga bawah tanah berbentuk menyerupai gentong.

Rongga ini terbentuk akibat pengikisan material oleh aliran air tanah dalam jangka waktu lama.

Ketika material tanah di atas rongga tersebut runtuh, terjadi gelombang suara yang bergema melalui struktur rongga, menghasilkan dentuman yang terdengar hingga permukaan.

Proses Pembentukan Rongga Bawah Tanah
Dalam ilmu geologi, rongga bawah tanah seperti ini sering terbentuk melalui proses pelarutan batuan kapur (karstifikasi).

Air yang mengandung karbon dioksida (CO2) cenderung melarutkan batuan kapur, menciptakan gua-gua bawah tanah.

Dalam kasus di Umbulan Tulungrejo, rongga besar ini kemungkinan juga dipengaruhi oleh tekanan aliran air dari sumber air Umbul Sengkaring. Tekanan ini mengikis tanah dan menciptakan rongga baru yang rapuh di bawah permukaan.

Hubungan dengan Aliran Air Tanah dan Gua Bawah Tanah
Aliran air tanah memegang peran penting dalam pembentukan fenomena ini.

Tekanan dari bendungan setempat, dengan elevasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sumber air, meningkatkan laju erosi pada lapisan tanah di bawahnya.

Selain itu, keberadaan gua bawah tanah seperti Gua Seriti di wilayah Sumbermanjing Kulon memperburuk kondisi.

Gua tersebut menjadi saluran utama air yang terhubung langsung ke sumber Umbul Sengkaring.

Ketika hujan deras terjadi, peningkatan debit air di gua ini memengaruhi tekanan pada rongga bawah tanah lainnya, memicu amblesnya permukaan tanah di beberapa titik.

Kestabilan Tanah dan Rongga Bawah Tanah
Dalam geoteknik, kestabilan tanah di atas rongga sangat bergantung pada ketebalan lapisan tanah dan tingkat kompaksi.

Rongga besar dengan lapisan tanah yang tipis rentan mengalami runtuh, terutama jika dipengaruhi oleh beban tambahan atau perubahan tekanan air.

Tekanan hidrostatis dari air di bendungan atau saluran air bawah tanah dapat meningkatkan risiko deformasi dan keruntuhan rongga.

Fenomena ini dikenal sebagai piping, di mana aliran air yang kuat mengikis material tanah, menciptakan saluran baru dan melemahkan struktur tanah di atasnya.

Akustik Geologi
Suara dentuman yang terjadi saat material runtuh dapat dijelaskan melalui prinsip akustik geologi. Rongga dengan bentuk tertentu, seperti gentong, mampu memperkuat gelombang suara, sehingga suara terdengar lebih keras dan bergema di permukaan.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali, perlu dilakukan langkah-langkah mitigasi yang berbasis ilmiah.

Pertama pentingnya pemetaan geologi. Melakukan survei geologi untuk mengidentifikasi keberadaan rongga bawah tanah dan potensi tanah ambles di wilayah tersebut. Teknik geofisika seperti ground-penetrating radar (GPR) dapat digunakan untuk mendeteksi rongga.

Kedua, pengelolaan aliran air. Penurunan elevasi bendungan atau pengalihan sebagian aliran air dapat mengurangi tekanan pada rongga bawah tanah. Hal ini penting untuk mengurangi risiko erosi dan tanah ambles.

Ketiga, penguatan Infrastruktur Tanah. Di area dengan risiko tinggi, dapat dilakukan penguatan lapisan tanah dengan menggunakan bahan stabilisasi seperti beton atau pengisian rongga dengan material padat untuk mencegah keruntuhan lebih lanjut.

Fenomena dentuman dan tanah ambles di Kabupaten Malang menjadi bukti nyata pentingnya memahami hubungan antara proses geologi dan aktivitas manusia.

Dengan pemetaan yang akurat, pengelolaan sumber daya air yang baik, dan langkah mitigasi berbasis ilmiah, dampak dari fenomena serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Penelitian lebih lanjut tentang rongga bawah tanah di Indonesia juga diperlukan untuk melindungi masyarakat dari risiko bencana yang tidak terduga. (*)

Halaman :

Kata Kunci : Misteri Dentuman Besar di Malang Akhirnya Terungkap, Ditemukan Rongga Raksasa Bawah Tanah

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua