Pabrik ini bukan hanya menjadi bagian penting dalam sejarah industri gula Indonesia, tetapi juga mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi yang terjadi sepanjang abad ke-19 hingga awal abad ke-20.
Pabrik yang memiliki nama resmi "Suikerfabriek Poerwaredja Klampok" ini beroperasi dilahan seluas 16,700 meter persegi, dengan luas area pabrik 1,000 meter persegi dan gudang 1,565 meter persegi.
Pada masa kolonial Belanda Pabrik Gula Klampok berada di wilayah Kabupaten Banyumas, namun setelah pemekaran wilayah administratif paska kemerdekaan, Pabrik Gula ini masuk wilayah Kabupaten Banjarnegara, sesuai dengan pembagian administratif yang terjadi pada tahun 1950.
Baca Juga : Kisah Karamnya Kapal Heavy Cruiser Jerman Dalam Pertempuran River Plate
Pada masanya, Pabrik Gula Klampok merupakan pabrik gula pertama yang menggunakan energi listrik dalam proses produksinya. Selain itu, di pabrik ini juga terdapat jalur rel kereta, gula yang menggunakan kereta uap SDS (Serajoe Daal Strootram).
Sejarah Pabrik Gula Klampok
Sejarah Pabrik Gula Klampok bermula pada masa penjajahan Belanda. Pada akhir abad ke-19, Belanda mengembangkan kebijakan tanam paksa atau cultuurstelsel, yang memaksa petani di wilayah jajahan untuk menanam komoditas tertentu yang dibutuhkan oleh kolonial, salah satunya adalah tanaman tebu, yang digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan gula.
Baca Juga : Peringatan Perang Dunia II, Volodymyr Zelensky Ingatkan Kejahatan Telah KembaliKata Kunci : Sejarah berdirinya Pabrik Gula Klampok di Banjarnegara
KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...