Kegiatan yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 148 dibawah bimbingan Prof. Dr. Moh. Djaeni, S.T., M.Eng dan Ari Wibawa Budi Santosa, S.T., M.Si. dari P2KKN LPPM Universitas Diponegoro berlangsung di Balai Desa Daleman, Kecamatan Tulung, pada 25 Juni 2025, dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat serta lembaga pemerintah terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Daleman, Bapak Mursito, S.H., menyampaikan harapan besar agar penyuluhan ini menjadi titik awal bagi tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi darurat sampah yang sedang melanda desa.
Ia menekankan bahwa pengelolaan sampah yang tepat dan berkelanjutan sangat mendesak untuk segera diterapkan, mengingat Desa Daleman tidak hanya dihadapkan pada tumpukan sampah rumah tangga dan produksi, tetapi juga pada persoalan serius terkait limbah pati onggok dari industri soun yang telah mencemari air dan menimbulkan bau tidak sedap di fasilitas umum.
“Penyuluhan ini bukan sekadar kegiatan berbagi informasi, melainkan tonggak awal untuk membangun kesadaran dan kebiasaan baru dalam mengelola sampah. Masyarakat harus paham bahwa masalah ini nyata, sudah terasa dampaknya, dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut,” ujarnya.
Ia juga menegaskan rencana jangka menengah pemerintah desa untuk merealisasikan sistem pengolahan sampah yang tepat, efisien, dan berbasis partisipasi warga mulai tahun 2026, dengan penyuluhan kali ini sebagai pijakan awal untuk membangun sistem tersebut.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh pemateri kedua dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten yang hadir sebagai narasumber.
Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa Klaten kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan terkait pengelolaan sampah. Volume sampah harian terus meningkat, sementara kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) makin terbatas.
Ia kemudian menyoroti pentingnya kehadiran TPST di tingkat desa sebagai solusi konkret untuk mengurangi tekanan terhadap TPA.
“Daleman adalah salah satu desa yang belum memiliki TPST. Ini menjadi perhatian serius kami di DLHK. Kami berharap, desa ini bisa menjadi percontohan pengelolaan sampah berbasis 3R, mengingat tingginya potensi limbah organik dan anorganik dari kegiatan produksi soun. Penerapan prinsip reduce, reuse, recycle adalah satu-satunya jalan untuk membangun sistem yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” jelasnya.
Perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Klaten dalam pemaparannya menyampaikan bahwa pihaknya siap mendampingi dan membantu Desa Daleman dalam merealisasikan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang saat ini sangat dibutuhkan.
Beliau menegaskan bahwa kondisi darurat sampah di Klaten, termasuk di Daleman, tidak bisa dibiarkan berlarut-larut, terlebih dengan adanya limbah sisa produksi seperti pati onggok yang telah mencemari lingkungan dan menimbulkan bau tidak sedap.
“DLHK tentu siap mendukung dan mendampingi upaya Desa Daleman dalam mewujudkan TPST. Ini menjadi langkah penting dan mendesak karena bukan hanya sampah rumah tangga, tetapi juga limbah industri kecil seperti soun sudah menimbulkan dampak lingkungan. Kita harus bergerak cepat sebelum kondisinya semakin memburuk,” ungkapnya.
Beliau juga menyatakan bahwa DLHK akan membuka ruang kerja sama lebih lanjut, mulai dari perencanaan, pendampingan teknis, hingga upaya penguatan kelembagaan masyarakat agar TPST dapat dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.
Selain penyampaian materi, kegiatan penyuluhan juga dikemas secara menarik melalui sesi interaktif berupa games dan ice breaking bertema 3R yang dipandu oleh mahasiswa KKNT.
Warga Desa Daleman yaitu bapak-bapak dan ibu-ibu PKK, tampak antusias mengikuti permainan edukatif yang dirancang untuk memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya pemilahan sampah dan pemanfaatan ulang barang bekas.
Melalui metode ini, konsep 3R tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga dikomunikasikan dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah dipahami.
Pemateri pertama Dr. Maryono, ST, MT, dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) UNDIP turut memperdalam pemahaman teknis warga dengan membawakan materi mengenai Standar Pengelolaan Sampah serta Sarana dan Prasarana Pendukung.
Ia menjelaskan bagaimana pengelolaan sampah seharusnya dilakukan secara sistematis, mulai dari tingkat rumah tangga hingga pengumpulan terpusat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar warga dan pemerintah desa dalam menyediakan infrastruktur dasar, seperti tempat sampah terpilah, kendaraan pengangkut, serta ruang edukasi berkelanjutan.
Penyuluhan ini merupakan bagian dari program KKNT 148 UNDIP yang mengangkat tema besar zero waste village dan eco-entrepreneurship.
Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi satu arah, namun juga mendampingi warga dalam merancang sistem pengelolaan sampah berbasis komunitas, yang nantinya diharapkan menjadi pondasi awal terbentuknya Desa Ekowirausaha di Daleman.
Dengan semakin meningkatnya kesadaran kolektif dan dukungan dari berbagai pihak, Desa Daleman perlahan namun pasti menapaki jalan menuju transformasi lingkungan.
Penyuluhan ini menjadi titik tolak penting dalam menjawab kondisi darurat sampah di Klaten, sekaligus membuka lembaran baru bagi Daleman untuk membangun masa depan yang bersih, sehat, dan mandiri secara ekologis.
Reporter: Tim Publikasi Artikel KKNT 148 UNDIP (Furqon Rabbani Ibrahim, Laila Nur Afwa Alamien, Nashwan Adenanya)
Kata Kunci : klaten, desa daleman, sosialisasi, pelatihan 3R, kknt undip
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...