Tim KKN Tematik 148 Universitas Diponegoro tahun 2024/2025 hadir dengan program unggulan yang memadukan revitalisasi wisata lokal dan edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan.
Umbul Nilo adalah sebuah objek wisata yang menjadi andalan Desa Daleman. Tempat ini memiliki sejarah panjang sebelum menjadi destinasi yang dikelola secara profesional seperti saat ini.
Bapak Nurul Astangin selaku Direktur Pengelola Umbul Nilo menjelaskan bahwa transformasi pengelolaan telah berlangsung selama beberapa dekade terakhir.
"Umbul Nilo sebenarnya sudah lama ada, namun dulunya tidak terurus dan dibiarkan liar," ungkap Bapak Nurul saat diwawancarai di lokasi wisata oleh tim pada hari Rabu (25/6/2025).
Pada awalnya, pengelolaan dilakukan oleh warga sekitar secara bergiliran. Namun sayangnya, hal tersebut sempat menimbulkan kecemburuan sosial. Solusi akhirnya ditemukan melalui sistem lelang tahunan.
Titik balik utama terjadi setelah diterbitkannya Undang-Undang Desa tentang pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada 2017. Sejak 2019, pengelolaan Umbul Nilo secara resmi diambil alih oleh BUMDes dan terus berkembang hingga kini.
Pengelolaan objek wisata Umbul Nilo secara profesional terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat desa. Bapak Nurul Astangin menyebutkan bahwa kawasan wisata ini telah berhasil menggerakkan sektor UMKM lokal dengan adanya puluhan warung dan pedagang. "Terdapat 5 warung di satu sisi, 11 di sisi lain, dan 5-6 pedagang makanan ringan," jelasnya.
Namun, lebih dari sekadar menciptakan lapangan kerja, hasil dari Umbul Nilo juga mendukung program sosial desa seperti BPJS Ketenagakerjaan dan berpotensi dikembangkan untuk membantu anak-anak yatim piatu, lansia, hingga masyarakat kurang mampu.
Bapak Nurul menekankan keunggulan Umbul Nilo terletak pada sumber airnya yang alami alami (umbul) dan bersejarah. Ini sangat berbeda dari destinasi wisata lain yang hanya mengandalkan air artesis atau sumur.
Saat ini, fasilitas yang tersedia meliputi toilet, kamar mandi, mushola, gazebo, dan pendopo. Pengelola juga memiliki visi pengembangan jangka panjang yang mencakup terapi air, danau buatan, hingga pulau kecil.
"Meskipun Umbul Nilo agak tertinggal dibandingkan umbul lain di daerah, kami terus berupaya mengejar dengan pengembangan berkelanjutan," tegasnya.
Bapak Mursito, S.H., Kepala Desa Daleman, menjelaskan asal-usul nama desanya yang terbilang unik. "Di zaman penjajahan dulu, ada abdi dalem dari kerajaan yang datang ke wilayah desa, sehingga desa ini dinamai Desa Daleman, asalnya dari kata "dalem"," tuturnya saat diwawancarai di kantor pasca acara penyuluhan dan pelatihan 3R.
Secara ekonomi, mayoritas penduduk Desa Daleman bekerja di sektor pertanian sebagai mata pencaharian utama. Kegiatan produksi tepung lokal yang diolah menjadi berbagai makanan pokok menjadi ciri khas desa ini. Industri soun bahkan telah berkembang menjadi yang terbesar di Desa Daleman meski juga menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar.
Selain itu, potensi sumber mata air yang melimpah telah dimanfaatkan optimal sejak BUMDes mengelola Umbul Nilo secara resmi pada 2017. "Penghasilan dari Objek Wisata Umbul Nilo sudah mencapai 2 miliar per tahun," ungkap Bapak Mursito dengan bangga.
Kehadiran tim KKN-T 148 Undip disambut dengan antusias oleh pemerintah desa dan warga, terutama dalam konteks program Penyuluhan dan Pelatihan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Bapak Mursito menekankan betapa krusial program ini mengingat wilayah Kabupaten Klaten saat ini dalam kondisi "darurat sampah."
"Diharapkan setiap desa dapat mengurangi dan menekan produksi sampah. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan mulai timbul kesadaran dari warga untuk bersama-sama membangun TPS dengan konsep 3R," harap Bapak Mursito.
Kedua narasumber menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi tim KKN-T 148. Bapak Nurul sendiri berharap mahasiswa dapat membantu promosi dan pengembangan Umbul Nilo agar lebih dikenal dan meningkatkan jumlah pengunjung melalui program-program kerja yang telah diberikan. "Kami harap kontribusi ini bisa berdampak jangka panjang, baik bagi Umbul Nilo maupun masyarakat sekitar," ucapnya.
Sementara itu, Bapak Mursito menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesediaan mahasiswa KKN membantu menyelenggarakan program yang sesuai kebutuhan desa. Kolaborasi ini baginya merupakan sebuah bukti nyata bagaimana sinergi antara pihak akademis dan masyarakat lokal dapat menciptakan sebuah dampak positif yang berkelanjutan.
Reportase ini ditulis dan disusun kembali berdasarkan wawancara langsung dengan Bapak Nurul Astangin (Direktur Pengelola Umbul Nilo) dan Bapak Mursito, S.H. (Kepala Desa Daleman) pada Rabu, 25 Juni 2025, di Desa Daleman, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.
Kata Kunci : umbul nilo, klaten, waterboom, wisata air, mata air, desa daleman, pelatihan 3R, sosialisasi, jawa tengah, kknt undip
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Bontang Haji Abdul Azis Ahli Terapi Resmi
28 Mei 2026, 3:33 WIB
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...