Kegiatan ini ditujukkan bagi Ibu-Ibu PKK induk Desa Pugeran sebagai bagian dari strategi edukasi masyarakat untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Pemilihan topik sosialisasi ini dilatarbelakangi oleh potensi sumber daya alam dan kondisi lingkungan di Desa Pugeran.
Desa Pugeran memiliki banyak tumbuhan pepaya, yang daunnya memiliki potensi untuk diolah menjadi bioherbisida yang merupakan pestisida nabati yang memanfaatkan bahan alami untuk membasmi gulma tanpa meninggalkan residu kimia.
Baca Juga : KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
Selain itu, limbah organik rumah tangga yang kerap terbuang, dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biostimulan, yakni zat yang bermanfaat merangsang pertumbuhan tanaman.
Kemudian, penerapan teknologi biopori, yang merupakan lubang vertikal di tanah, berpotensi memaksimalkan resapan air dan memperbaiki struktur tanah, serta dapat meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi genangan air.
Acara dibuka dengan menyanyikan Mars PKK dan sambutan dari Ibu Kepala Desa Pugeran yang menekankan urgensi inovasi ramah lingkungan dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus kelestarian ekosistem desa.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah LingkunganKata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Pertanian Ramah Lingkungan, Bioherbisida, Biostimulan, Biopori
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...