Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


KKN-T Tim 146 UNDIP Kenalkan Aquaponik, POC, dan Biopestisida untuk Pertanian Berkelanjutan di Desa Pugeran

Foto: Dokumentasi bersama Ibu-Ibu PKK RW 5 Desa Pugeran, Klaten
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Klaten, Kilaswarta.com -- Minggu, 10 Agustus 2025. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 146 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan pengenalan dan penyuluhan sistem budidaya ikan dan tanaman yaitu Aquaponik kepada Ibu-Ibu PKK RW 05 Desa Pugeran. Bertempat di kediaman Ibu Tri acara yang berlangsung pukul 16.00 hingga 17.30 WIB ini diikuti oleh kurang lebih sekitar 30 anggota PKK dari RT 01 dan RT 03.

Selain menjelaskan konsep Aquaponik sebagai metode budidaya terpadu yang tidak memerlukan lahan luas, mahasiswa KKN juga memperkenalkan penggunaan biopestisida dan Pupuk Organik Cair (POC) kepada warganya.

Mereka pun menyambut kami dengan sangat antusias, mengingat desa ini memiliki potensi yang besar dalam peningkatan produksi sayuran dan ikan secara berkelanjutan.

Kegiatan pertanian yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia, termasuk di Desa Pugeran Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten, masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam ketersediaan air bersih dan ketergantungan terhadap bahan kimia pertanian (pestisida).

Kondisi ini menyebabkan banyak lahan pertanian menjadi tidak efektif dan petani kesulitan menjaga kelangsungan budidaya tanaman secara optimal.

Ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida sintetis yang terus menerus digunakan tanpa pengelolaan yang berkelanjutan telah menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kualitas tanah, dan kesehatan masyarakat.

Penggunaan bahan kimia pertanian secara berlebihan tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga mengancam keseimbangan ekosistem lokal.

Berdasarkan kondisi tersebut, dibutuhkan pendekatan baru yang lebih berkelanjutan, efisien, dan ramah lingkungan.

Salah satu solusi yang kami tawarkan melalui program kerja KKN multidisiplin adalah penerapan sistem Aquaponik sebagai bentuk pertanian terpadu yang hemat air dan minim limbah.

Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem, di mana limbah dari budidaya ikan dimanfaatkan sebagai nutrisi alami bagi tanaman.

 Dengan cara ini, Aquaponik tidak memerlukan lahan luas dan dapat dijalankan dengan volume air yang jauh lebih sedikit dibandingkan pertanian konvensional.

Program ini juga didukung dengan produksi dan pemanfaatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berasal dari limbah organik lokal, serta penggunaan biopestisida alami untuk mengendalikan hama tanpa merusak lingkungan.

Kegiatan berlangsung dengan mengenalkan kepada warga sistem tanam yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman. Metode ini dipercaya tidak hanya menghemat air, tetapi dapat menghasilkan panen ganda dari ikan dan sayuran.

Awal kegiatan, dilaksanakan demonstrasi pembuatan Aquaponik sederhana, dimulai dari persiapan ember atau kolam kecil, pompa air, hingga media tanam yang digunakan.

Peserta diajak mempraktikkan langsung proses penyusunan instalasi agar bisa diterapkan di rumah masing-masing. Rangkaian acara berlanjut dengan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan dasar sisa dapur seperti kulit buah dan sayur.

Peserta mempelajari cara mencampur bahan dengan gula merah dan EM4, lalu memfermentasikannya untuk menghasilkan pupuk alami yang menyuburkan tanah dan membantu mengurangi sampah rumah tangga.

Selanjutnya, dilakukan pembuatan biopestisida dari bahan alami seperti 5 lembar daun pepaya, 5 lembar daun sirsak, 3 siung bawang putih, 3 biji cabai rawit, dan 1 ruas jari lengkuas.

Kemudian, peserta diajak mencoba langsung proses pembuatannya, mulai dari menghaluskan bahan hingga menyaringnya menjadi larutan siap pakai untuk mengusir hama tanpa bahan kimia berbahaya. Sesi terakhir adalah pengenalan dan praktik sistem aquaponik.

Tak hanya itu saja, mereka juga diajak melihat langsung contoh sistem Aquaponik yang telah terpasang di lokasi, kemudian bergiliran membantu merakit komponen seperti pipa, media tanam, dan menata tanaman.

Lucunya, saat simulasi pelepasan bibit ikan dimulai, beberapa ibu tampak bersemangat dan bertanya mengenai jenis ikan yang paling cocok digunakan serta cara menjaga kualitas air. Perwakilan RT 2 bahkan menyatakan minat untuk mencoba membuat sistem serupa di halaman rumahnya.

Program kerja multidisiplin 2 dengan tema "Solusi Bertani Ramah Lingkungan, Inovasi untuk Masa Depan" berfokus pada tiga topik utama yaitu: Akuaponik, Biopestisida, dan Pupuk Organik Cair (POC). Implementasi sistem aquaponik membuktikan bahwa integrasi antara budidaya ikan lele dan sayuran kangkung menjadi solusi efisien dan berkelanjutan untuk dilaksanakan di lahan yang sempit.

Pengembangan biopestisida dari bahan alami dapat efektif mengendalikan hama, mengurangi serangga tanpa residu kimia berbahaya, serta menekan biaya produksi secara signifikan.

Program kerja multidisiplin 2 dapat mengoptimalkan pemanfaatan limbah organik menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Hasil penggunaan POC secara rutin mampu meningkatkan kesuburan tanaman dan kualitas hasil panen, serta membuat tanaman lebih sehat.

Kegiatan yang dilaksanakan selama program, diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Sistem Aquaponik ikan lele dan tanaman kangkung dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan panen ikan dan sayuran yang tidak hanya digunakan untuk konsumsi pribadi, tetapi juga dijual di pasar lokal sehingga memberikan tambahan pendapatan bagi warga.

Selain itu, pembuatan biopestisida alami dari bahan-bahan lokal dapat menjadi peluang usaha yang menguntungkan sekaligus membantu petani sekitar mengendalikan hama secara ramah lingkungan.

Pupuk organik cair (POC) yang dihasilkan dari bahan organik setempat juga memiliki potensi ekonomi, baik untuk digunakan oleh warga sendiri maupun dipasarkan sebagai produk pertanian organik.

Dengan pengelolaan yang tepat dan dukungan berkelanjutan, ketiga sektor ini dapat menjadi pilar peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Program Aquaponik yang didukung pemberian pupuk organik cair (POC) dan biopestisida merupakan wujud konkret penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, program ini berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat lokal melalui peningkatan kapasitas pengelolaan sumber daya alam pada lahan sempit secara efisien.

Diharapkan model pertanian ini dapat dikembangkan lebih luas dan menjadi referensi bagi daerah lain dalam menciptakan sistem pertanian yang sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Bu Tri Handayani selaku bendahara PKK Desa Pugeran yang turut mendampingi kegiatan ini juga menyatakan komitmennya untuk terus mendukung dan memfasilitasi kebutuhan Ibu-Ibu PKK dalam inovasi teknologi pertanian guna mendukung ketahanan pangan Desa Pugeran.

Hadirnya sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah setempat, diharapkan program ini dapat menjadi model keberhasilan dalam pemanfaatan lahan terbatas dan pengelolaan limbah terpadu yang bisa diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Klaten dan sekitarnya.

Program ini juga menegaskan bahwa komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa melalui pengabdian mahasiswa yang berorientasi pada solusi konkret dan aplikatif.

Sekaligus menjadi wujud nyata sinergi lintas disiplin ilmu yang berbeda-beda. Di mana mereka telah sukses melaksanakan kegiatan Aquaponik, POC, dan Biopestisida bersama Ibu-Ibu PKK Desa Pugeran, Karangdowo, Klaten.

Artikel ini ditulis oleh segenap mahasiswa dari KKN Tematik Tim 146 Undip, khususnya Kelompok 5, meliputi:

  1. Akhadina Putri Ayu (Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan – Perikanan Tangkap)
  2. Arnes Fatma (Fakultas Ilmu Budaya – Sastra Indonesia)
  3. Aurelius Theo Ignaz (Fakultas Hukum – Hukum)
  4. Evania Angel Callista (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik – Ilmu Komunikasi)
  5. Muhammad Tsaqif Wicaksono (Fakultas Teknik – Teknik Elektro)
  6. Nicolaus Evan Widyatna (Fakultas Teknik – Teknik Komputer)
  7. Raisya Noerzahrani Putri (Fakultas Sains dan Matematika – Biologi)
  8. Syifa Zaskia Putry (Fakultas Sains dan Matematika – Biologi)
  9. Uswatun Khasanah (Fakultas Sains dan Matematika – Bioteknologi)

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Dokumentasi bersama Ibu-Ibu PKK RW 5 Desa Pugeran, Klaten, Pertanian, Aquaponik, POC, dan Biopestisida

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua