Event ini diberi nama Pasar Arsa Karta, yang diambil dari bahasa Jawa dengan makna filosofis Pasar yang Penuh Harapan dan Membawa Kemakmuran. Nama ini dipilih untuk mencerminkan harapan bahwa pasar ini dapat menjadi pusat kebahagiaan warga sekaligus sarana untuk mengangkat kesejahteraan ekonomi desa.
Konsep Pasar Arsa Karta disusun sebagai model pasar berbasis identitas lokal, dengan pendekatan yang mengintegrasikan aspek sosial, budaya, dan ekonomi yang sesuai dengan karakter khas Desa Tirtomarto.
Pasar ini dirancang untuk memadukan nuansa semi modern dengan sentuhan kreatif khas pedesaan. Selain menghadirkan suasana yang nyaman dan estetis, konsep tata letaknya memperhatikan alur pergerakan pengunjung agar lebih mudah menjelajahi seluruh area pasar.
Di setiap sudut, pengunjung dapat menemukan stan-stan UMKM yang menyajikan beragam produk, mulai dari makanan dan minuman tradisional, jajanan pasar, kerajinan tangan, hasil pertanian, hingga produk kreatif khas warga Tirtomarto.
Keunikan Pasar Arsa Karta tidak hanya terletak pada produk yang ditawarkan, tetapi juga pada sistem transaksinya. Alih-alih menggunakan uang tunai langsung, pasar ini akan menerapkan alat tukar berupa Koin Beras, yaitu beras yang dimasukkan ke dalam tas kecil atau kantong serut.
Pengunjung dapat menukar uang mereka dengan koin beras di loket penukaran, lalu menggunakan koin tersebut untuk berbelanja di stan-stan UMKM. Konsep ini tidak hanya memberi pengalaman berbelanja yang unik, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan pelestarian tradisi, mengingat beras merupakan simbol kemakmuran di budaya Jawa.
Menurut Dustin Irbefijano, anggota Tim 56 dari Ilmu Komunikasi, desain konsep pasar senggol ini dibuat dengan mempertimbangkan kenyamanan dan pengalaman pengunjung. "Kami membayangkan pengunjung bisa berkeliling sambil menikmati suasana, mencicipi makanan tradisional, dan berinteraksi langsung dengan para pelaku UMKM di satu tempat," ungkapnya.
Tidak hanya membantu dalam perencanaan tata letak dan konsep acara, mahasiswa KKN UNDIP Tim 56 juga memberikan luaran berupa masterplan kegiatan, ide promosi media sosial, dan rancangan acara pembukaan. Harapannya, pasar ini nantinya dapat diadakan secara rutin dan menjadi magnet wisata baru yang tidak hanya mengangkat ekonomi, tetapi juga menjaga budaya Tirtomarto tetap hidup.
Kepala Desa Tirtomarto, Bapak Agung Nugroho, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap gagasan ini. "Mahasiswa KKN UNDIP membantu kami mulai dari konsep, tata letak, branding, hingga strategi promosi. Ini sangat bermanfaat untuk desa," ujarnya.
Dengan sentuhan inovatif dan berakar pada nilai-nilai lokal, Pasar Arsa Karta diharapkan dapat menjadi contoh model pasar desa yang kreatif, berkelanjutan, dan membawa kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Event, UMKM, Pasar Arsa Karta
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...