Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Mahasiswa KKN Undip Berhasil Membuat Aplikasi dan Perangkat Pendeteksi Bobot Domba dan Kadar Gas Amonia Dalam Kandang

Foto: Tim 146 KKN-T UNDIP sukses menyelenggarakan sosialisasi terkait perangkat IoT
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Klaten, Kilaswarta.com -- Sabtu, 09 Agustus 2025. Tim 146 KKN-T UNDIP sukses menyelenggarakan sosialisasi terkait perangkat IoT yaitu aplikasi mobile dan monitoring hewan kepada mitra peternakan yaitu Mardiyono selaku pemilik Bangsal Wedhus. Kegiatan ini memperkenalkan solusi terintegrasi berbasis teknologi untuk memantau bobot domba dan kadar gas amonia dalam kandang.

Teknologi pemantauan menggunakan rakitan sederhana dengan komponen sensor gas MQ137 sebagai pendeteksi konsentrasi gas amonia NH3, modul ESP32 yang berfungsi mengirimkan data pengukuran secara nirkabel via wifi ke aplikasi mobile dengan perantara basis data, panel LCD untuk menampilkan informasi mengenai kadar gas amonia di dalam kandang.

Aplikasi mobile yang diintegrasi dengan hardware menghadirkan kemudahan untuk mengetahui keadaan kandang melalui smartphone. Pemilik peternakan dapat memantau perubahan gas amonia yang ada di dalam kandang domba dan akan menerimana notifikasi jika kadar amonia melebihi ambang batas aman serta menganalisis tren data untuk optimalisasi pakan dan pencegahan penyakit.

Antarmuka yang intuitif memungkinkan pengguna non-teknis sekalipun mengoperasikannya dengan lancar. Sosialisasi terhadap mitra berjalan dengan interaktif melalui demo penggunaan alat dan simulasi aplikasi.

Mahasiswa menunjukkan proses deteksi amonia melalui perangkat IoT yang sudah dirakit menjadi box kecil berukuran 15x20x5 cm, transmisi data melalui ESP32 ke firebase yang akan ditampilkan di aplikasi mobile berjalan baik, visualisasi di LCD dan aplikasi mobile menunjukkan angka yang sinkronisasi.

Dalam sesi tanya jawab, fokus diskusi mencakup implementasi teknis di kandang, manfaat pencegahan risiko kesehatan hewan, serta strategi pemanfaatan data untuk efisiensi operasional. Antusiasme mitra terlihat dari respons positif, seperti disampaikan Mardiyono "Notifikasi kadar amonia via aplikasi memungkinkan kami bertindak cepat sebelum hewan terkena gangguan pernapasan maupun polusi udara bagi lingkungan."

Komitmen pendampingan pasca-sosialisasi juga ditegaskan, termasuk instalasi perangkat, pelatihan operator kandang, dan pengembangan fitur berdasarkan masukan mitra. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis menuju transformasi digital peternakan Indonesia yang berkelanjutan.

Tim Perancangan Teknologi ini berasal dari berbagai jurusan, dari Teknik Komputer terdiri dari Syabina Kamila, Lucky Barga Aretama, Christenta Tirta Pradieva, Aditya Lutfian Saputra, Safira Septiandika Salsabila, Femas Arianda Rizki, Nicolaus Evan Widyatna. Dari Teknik Elektro Muhammad Tsaqif Wicaksono dan Aurellia Putri Budi Arsyaningrum dari Informatika. Dengan dosen pengawas lapangan Bapak Dr. Sunarno, S.Si, M.Si., Ari Bawono Putranto, S.Si., M.Si., Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si., IPM., Satriyo Adhy, S.Si, M.T

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKNT Undip, Bangsal Wedhus Marimulyo, IoT, Perangkat Amonia, Aplikasi Monitoring Bobot Domba

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua