Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Solusi Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa TIM KKN-T IDBU 85 UNDIP Dampingi Petani Tambangan Terapkan Sistem Organik

Foto: Mahasiswa KKN-T IDBU 85 Undip memberikan penjelasan kepada petani Tambangan mengenai prinsip budidaya organik menggunakan media poster edukatif
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Mijen, Semarang, Kilaswarta.com -- Mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) kembali hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 85. Salah satunya, Alfin Fadillah, mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Undip, yang melaksanakan program bertajuk “Edukasi Budidaya Tanaman Pangan Sehat untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan” di RW 3 Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Kegiatan yang berlangsung pada 11 Agustus 2025 ini menyasar para petani lokal dengan tujuan meningkatkan kesadaran pentingnya budidaya tanaman pangan sehat berbasis organik, tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.

Dalam pelaksanaannya, Alfin menggunakan media poster edukatif yang berisi prinsip-prinsip budidaya tanaman sehat. Materi meliputi pengelolaan tanah menggunakan pupuk organik, pemakaian benih unggul, pengendalian hama ramah lingkungan, serta penerapan rotasi dan diversifikasi tanaman.

"Melalui poster ini, kami ingin memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan petani, mulai dari persiapan lahan, pemupukan organik, hingga panen. Harapannya, hasil pertanian bisa lebih sehat, aman, sekaligus bernilai jual tinggi," ungkap Alfin saat memberikan sosialisasi.

Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

Program ini berhasil memantik diskusi dengan para petani mengenai penggunaan pestisida nabati serta pupuk hayati sebagai alternatif ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong petani untuk lebih sadar akan bahaya penggunaan pestisida kimia berlebihan yang dapat merusak kesehatan, lingkungan, dan kesuburan tanah.

Sebagai tindak lanjut, disepakati adanya komunikasi berkelanjutan antara petani dengan mahasiswa dan perangkat setempat. Monitoring dan pendampingan akan dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip budidaya sehat berjalan konsisten.

Meski demikian, program tidak lepas dari tantangan. Sebagian petani masih memiliki ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia karena dianggap lebih praktis dan cepat memberikan hasil. Keterbatasan bahan baku pupuk organik dan pestisida nabati di tingkat lokal juga menjadi kendala dalam penerapan langsung di lapangan.

Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKNT Undip, Semarang, Petani Tambangan, Pupuk Organik

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua