Kegiatan yang berlangsung pada 11 Agustus 2025 ini menyasar para petani lokal dengan tujuan meningkatkan kesadaran pentingnya budidaya tanaman pangan sehat berbasis organik, tanpa ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
Dalam pelaksanaannya, Alfin menggunakan media poster edukatif yang berisi prinsip-prinsip budidaya tanaman sehat. Materi meliputi pengelolaan tanah menggunakan pupuk organik, pemakaian benih unggul, pengendalian hama ramah lingkungan, serta penerapan rotasi dan diversifikasi tanaman.
"Melalui poster ini, kami ingin memberikan panduan praktis yang bisa langsung diterapkan petani, mulai dari persiapan lahan, pemupukan organik, hingga panen. Harapannya, hasil pertanian bisa lebih sehat, aman, sekaligus bernilai jual tinggi," ungkap Alfin saat memberikan sosialisasi.
Program ini berhasil memantik diskusi dengan para petani mengenai penggunaan pestisida nabati serta pupuk hayati sebagai alternatif ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong petani untuk lebih sadar akan bahaya penggunaan pestisida kimia berlebihan yang dapat merusak kesehatan, lingkungan, dan kesuburan tanah.
Sebagai tindak lanjut, disepakati adanya komunikasi berkelanjutan antara petani dengan mahasiswa dan perangkat setempat. Monitoring dan pendampingan akan dilakukan untuk memastikan penerapan prinsip budidaya sehat berjalan konsisten.
Meski demikian, program tidak lepas dari tantangan. Sebagian petani masih memiliki ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia karena dianggap lebih praktis dan cepat memberikan hasil. Keterbatasan bahan baku pupuk organik dan pestisida nabati di tingkat lokal juga menjadi kendala dalam penerapan langsung di lapangan.
"Perubahan pola pikir petani membutuhkan waktu. Sebagian besar masih khawatir hasil panen akan berkurang jika sepenuhnya beralih ke metode organik," jelas Alfin.
Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN Undip berharap para petani Tambangan dapat mulai beralih secara bertahap ke sistem budidaya yang lebih sehat dan ramah lingkungan. Selain menjaga kualitas produk dan kesehatan masyarakat, penerapan sistem ini juga diyakini mampu meningkatkan daya saing hasil pertanian di pasar yang kini semakin menghargai produk organik.
Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dan dunia akademisi dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di tengah tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan.
Reporter: Alfin Fadillah, Mahasiswa Agroekoteknologi, Universitas Diponegoro
Kata Kunci : KKNT Undip, Semarang, Petani Tambangan, Pupuk Organik
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...