Program terintegrasi ini lahir dari dua potensi sekaligus tantangan yang ada di Desa Kaliprau. Di satu sisi, desa ini memiliki potensi melimpah dari bunga melati, namun limbah dari proses penyulingan minyaknya belum dimanfaatkan secara optimal. Di sisi lain, banyak UMKM lokal yang kesulitan menembus pasar lebih luas karena belum memahami strategi pemasaran di era digital.
Menjawab tantangan tersebut, tim KKN Undip mengolah limbah mentega melati menjadi produk sabun padat bernilai jual tinggi. Produk ini diberi merek Melauré, sebuah nama yang terinspirasi dari kata "Melati" yang melambangkan kelembutan dan "Lauré" (laurel) yang merupakan simbol kejayaan.
"Melauré diramu dari bahan-bahan alami pilihan yang tidak hanya membersihkan, tetapi juga merawat kulit dengan kelembutan dan kehangatan alam," jelas salah satu anggota tim KKN. Keunikan inilah yang menjadi fondasi branding produk tersebut.
Produk sabun ini tidak berhenti sebagai barang jadi. Tim KKN menyiapkannya sebagai paket bisnis yang utuh, lengkap dengan kemasan profesional, katalog produk, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), alat cetak label, serta modul panduan produksi dan strategi branding.
Puncak dari program ini adalah saat produk "Melauré" dijadikan contoh nyata dalam acara sosialisasi pemasaran digital yang dihadiri oleh para pemuda desa. Para peserta tidak hanya disuguhkan teori, tetapi juga bisa melihat dan memegang langsung sebuah produk yang memiliki unique selling point, kemasan yang baik, dan branding digital yang solid.
Melihat contoh konkret tersebut, para peserta tampak antusias dan tertarik untuk mencoba menerapkan ilmu yang sama pada usaha mereka. Salah satu peserta, Hamzah, yang membantu usaha konveksi ayahnya, mengaku wawasannya terbuka lebar, terutama setelah melihat pentingnya sebuah kemasan.
"Materi yang diberikan sangat bagus. Salah satunya seberapa penting kemasan produk yang kita berikan pada konsumen," ujar Hamzah. "Awalnya saya kira hanya dengan dibungkus pakai plastik supaya tidak bocor kena air selama pengiriman saja sudah cukup. Ternyata tidak, harus lebih dari itu supaya konsumen tertarik," lanjutnya.
Melalui program gabungan ini, tim KKN Undip ingin menyampaikan pesan kuat bahwa limbah tidak selamanya tak bernilai. Dengan pengolahan yang tepat, limbah industri rumah tangga di Desa Kaliprau dapat diubah menjadi produk premium yang siap bersaing di pasar nasional, bahkan menargetkan segmen bisnis seperti hotel atau spa.
"Harapan kami, program ini bisa membuka pintu rezeki baru bagi pemuda Desa Kaliprau dengan menambah wawasan praktis mereka dalam berniaga di era digital," tutup perwakilan tim KKN. Kini, produk sabun "Melauré" beserta modulnya siap untuk diadopsi oleh pelaku UMKM lokal untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kaliprau, Sabun, Pemasaran Digital
Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan
22 Jan 2026, 16:31 WIB
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:10 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...