Kegiatan yang menyasar para ibu pengurus di lingkungan RW 04 ini dilaksanakan pada 09 Agustus bertempat di Tempat Posyandu Kenanga 2 RT 02. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis bagi warga, khususnya para ibu, untuk mengelola limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai guna.
Martin, mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan dari Jurusan Kesehatan Masyarakat FKM Undip, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari observasinya di lapangan dan telah mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr.Ing.Ir. Suherman, S.T., M.T., ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis terhadap limbah organik.
Menurut Beliau, keberadaan kebun hidroponik merupakan sebuah potensi besar, namun akan lebih optimal jika diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang baik.
"Dari sudut pandang Kesehatan Lingkungan, pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Metode Takakura ini saya pilih karena sangat cocok untuk ibu-ibu karena tidak berbau, tidak memerlukan lahan luas, dan bisa memanfaatkan sampah dapur sehari-hari," jelas Martin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.
Metode Takakura sendiri merupakan teknik pengomposan aerobik dari Jepang yang menggunakan keranjang berlubang untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Hal ini membuat proses penguraian sampah oleh mikroorganisme berlangsung cepat dan efektif tanpa menimbulkan bau busuk yang sering menjadi kekhawatiran warga.
Antusiasme peserta terlihat jelas selama acara berlangsung. Para ibu yang terdiri dari pengurus RT dan RW 04 aktif bertanya dan terlibat langsung dalam sesi demonstrasi. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan keranjang komposter, membuat "bantalan sekam" sebagai filter bau, hingga cara memasukkan sisa sayuran hidroponik yang sudah dicacah.
Ibu Sri, selaku perwakilan warga sekaligus Ibu RW, menyambut baik program ini. Menurutnya, pelatihan ini sangat relevan dengan kebutuhan warga RW 04 yang sedang giat-giatnya mengembangkan pertanian perkotaan.
"Ilmu ini praktis sekali dan langsung bisa kami terapkan. Tadinya kami bingung sisa sayuran yang banyak ini mau diapakan, sekarang kami tahu caranya diubah jadi kompos. Tentu ini sangat membantu untuk menyuburkan tanaman kami yang lain," ujar Ibu Sri.
"Komposter percontohan yang dibuat bersama ini akan kami letakkan di rumah dan akan kami rawat bersama-sama sebagai pusat belajar bagi ibu-ibu yang lain," tambahnya.
Sebagai tindak lanjut, satu unit komposter Takakura hasil demonstrasi ditinggalkan di lokasi untuk menjadi prototipe dan media pembelajaran berkelanjutan bagi warga.
Melalui program ini, diharapkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik dapat meningkat, sekaligus menciptakan siklus ekonomi sirkular kecil di mana limbah dari kegiatan hidroponik di RW 04 menjadi input berharga untuk kegiatan lainnya.
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kompos, Takakura, Organik, Komposter, Teknik Pengomposan Aerobik, Jepang
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...