Program ini disusun berdasarkan hasil survei serta potensi lokal yang dimiliki masyarakat, dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di wilayah setempat.
Di RW IX, terdapat Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang ditanami berbagai tanaman herbal seperti cabai, jahe, kunyit, daun salam, sambiloto, dan temulawak.
Sementara itu, di RW IV, kebun yang dikelola secara aktif oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) juga menjadi pusat budidaya tanaman seperti jahe, kunyit, kencur, dan tomat.
Tujuan dari program ini adalah memanfaatkan potensi lokal yang ada sebagai wujud kearifan masyarakat setempat sekaligus mendukung prinsip keberlanjutan dan keterjangkauan.
Program ini dirancang untuk mendorong penggunaan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar, bebas dari bahan kimia, serta memiliki harga yang terjangkau.
Dengan pendekatan ini, diharapkan tercipta solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan ramah lingkungan, sehingga potensi alam yang dimiliki wilayah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat untuk kesehatan reproduksi wanita.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi minuman rimpang dilakukan di dua lokasi. Di RW IX Kelurahan Sambiroto dilaksanakan pada hari Minggu (27/07/2025) bertempat di Serambi Mushola Al-Husna. Sementara itu, di RW IV dilaksanakan pada hari Rabu (30/07/2025) bertempat di Lapangan Sasana Mukti Sehat.
Kegiatan diawali dengan memberikan edukasi kepada peserta mengenai kandungan dan manfaat dari masing-masing bahan dalam minuman rimpang, yaitu jahe, kunyit, jeruk nipis, dan madu untuk mendukung kesehatan reproduksi wanita. Setelah sesi edukasi, dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan minuman rimpang secara langsung.
Peserta juga berkesempatan untuk mencoba produk minuman rimpang yang telah disiapkan. Selain memberikan produk minuman kepada peserta, Tim KKN juga membagikan leaflet yang berisi informasi mengenai manfaat minuman rimpang (Reprofit) untuk kesehatan reproduksi, kandungan dari setiap bahan, alat dan bahan yang diperlukan, petunjuk atau cara pembuatan, dan barcode untuk dapat mengakses video cara atau tutorial pembuatan minuman rimpang.
Kegiatan sosialisasi dan demonstrasi minuman reprofit disambut dengan antusias oleh para peserta. Mereka tidak hanya memberikan respon positif, tetapi juga aktif bertanya dan berdiskusi bersama Tim KKN pada saat sesi tanya jawab.
Ibu Rukmi Kumalawati, salah satu peserta kegiatan, menyampaikan apresiasinya "Kegiatan sosialisasi minuman rimpang ini sangat bagus sekali. Saya jadi tahu dan paham bahwa ternyata minuman ini manfaatnya sangat besar untuk kesehatan reproduksi wanita. Bahan-bahannya pun mudah untuk didapatkan dari bahan alami tanpa bahan kimia, yaitu jahe, kunyit, jeruk nipis, dan madu."
Beliau juga menambahkan, "di RW IX juga terdapat taman TOGA, yang ditanami tanaman rimpang, seperti jahe dan kunyit. Nah, hasilnya bisa dimanfaatkan untuk membuat minuman rimpang. Cara pembuatannya pun mudah, tadi juga sudah dipraktekkan secara langsung. Saya mewakili ibu-ibu, mengucapkan terima kasih sekali kepada Mbak Mas KKN yang telah memberikan sosialisasi berbagi ilmu mengenai manfaat dan demonstrasi cara pembuatan minuman rimpang. Nanti bisa kita praktekkan di rumah."
Ibu Nuning juga menyampaikan kesan positifnya "Kegiatan pembuatan minuman rimpang tadi sangat menyenangkan ya, Mbak. Saya lihat ibu-ibu juga sangat antusias serta aktif bertanya dan berdiskusi bersama mahasiswa. Mahasiswa tadi juga bagus menjawab pertanyaan dengan menggunakan jurnal penelitian atau studi terdahulu sehingga meyakinkan kami."
Selanjutnya, "minuman ini sangat berguna untuk peningkatan kesehatan reproduksi khususnya reproduksi wanita. Jadi, masyarakat dirangkul untuk mengerti menggunakan dan memanfaatkan bahan-bahan lokal, bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita, untuk menjaga kesehatan reproduksi kita. Selain manfaatnya yang banyak, rasa minuman ini juga enak dan segar." tambahnya.
Melalui pendekatan sosialisasi dan demonstrasi ini, diharapkan masyarakat di RW IV dan RW IX, memahami cara memanfaatkan bahan-bahan alami untuk diolah menjadi minuman sebagai alternatif dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan reproduksi.
Selain itu, mahasiswa KKN-T Tim 115 Universitas Diponegoro Kelurahan Sambiroto juga berharap kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga mampu mendorong penerapan nyata di kehidupan sehari-hari.
Reporter: KKN-T Tim 115 Universitas Diponegoro Kelurahan Sambiroto
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Sambiroto, Tembalang, Semarang, Minuman Rimpang, Kesehatan Reproduksi
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...