Program ini dijalankan dalam skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025, dengan tema besar "Mengembangkan Potensi, Menumbuhkan Mandiri: Sinergi Omah Tani dan Karang Taruna dalam Membangun Agroekowisata Digital Desa Tumbrep melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa".
Kesadaran masyarakat terkait kebersihan lingkungan memang masih menjadi tantangan di banyak daerah, termasuk di Desa Tumbrep. Banyak warga yang masih mencampur sampah organik dan anorganik, bahkan sebagian masih membakar sampah secara langsung, yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara.
Melihat permasalahan ini, mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro berinisiatif menghadirkan plang edukasi sebagai media sederhana namun efektif untuk menyampaikan pesan penting mengenai pengelolaan sampah. Rangga Yogie Pratama, mahasiswa prodi Teknik Geologi Fakultas Teknik, menjelaskan mengenai perencanaan dan pelaksanaan dibalik program kerja ini.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
"Saya melihat beberapa titik di Desa Tumbrep yang menjadi tempat pembuangan sampah yang seharusnya tidak dibuang di daerah tersebut, pembuangan sampah tersebut menunjukkan kurangnya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah yang mudah terurai dan sulit terurai oleh lingkungan. Tujuan saya melaksanakan program kerja ini yaitu untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar," ujar Rangga.
Program pembuatan plang edukasi sampah ini dirancang dengan pendekatan yang mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. "Saya mendesain plang dengan konsep sederhana dan warna-warna cerah agar menarik perhatian warga, terutama anak-anak. Informasinya juga saya buat dengan bahasa sehari-hari yang mudah dipahami," ungkap Rangga saat menjelaskan konsep desain plangnya.
Plang-plang yang dibuat menampilkan informasi tentang jenis-jenis sampah serta lama sampah terurai. "Harapan saya, dengan adanya plang ini, masyarakat bisa lebih sadar untuk memilah sampah organik dan anorganik dimulai dari lingkup rumah," tambahnya.
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : Mahasiswa, KKN, Kemendiktisaintek, Batang, Desa Tumbrep, Papan Sampah
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...