Program ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025, dengan tema besar "Mengembangkan Potensi, Menumbuhkan Mandiri: Sinergi Omah Tani dan Karang Taruna dalam Membangun Agroekowisata Digital Desa Tumbrep melalui Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa."
Inisiatif kegiatan ini digagas oleh Novita Nisrina, mahasiswa Program Studi Bahasa Asing Terapan Universitas Diponegoro, yang melihat potensi besar Desa Tumbrep untuk mengembangkan agroekowisata edukatif berbasis teknologi ramah lingkungan. Konsep aquaponik yang menggabungkan budidaya ikan dan tanaman sayuran dalam satu sistem sirkulasi air tertutup diperkenalkan sebagai solusi inovatif yang tidak hanya bermanfaat secara ekologis, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan ekonomi bagi masyarakat.
Dalam kegiatan sosialisasi yang dilaksanakan di Balai Desa Tumbrep, Novita bersama tim mahasiswa memberikan materi interaktif mengenai cara kerja sistem aquaponik, mulai dari aliran air, manfaat limbah ikan bagi pertumbuhan tanaman, hingga prinsip keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam. Peserta terdiri dari warga desa, pengurus Omah Tani, perangkat desa, dan anak-anak sekolah dasar yang diajak langsung untuk memahami konsepnya melalui gambar, video, dan contoh miniatur model aquaponik.
Baca Juga : KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
Novita menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan anak-anak tentang pentingnya ekosistem berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya alam yang efisien.
"Aquaponik bukan hanya tentang teknologi pertanian modern, tetapi juga tentang membangun kesadaran sejak dini terhadap pentingnya menjaga keseimbangan alam. Kami ingin anak-anak belajar mencintai lingkungan dengan cara yang menyenangkan," ujar Novita Nisrina, penggagas program.
Selain sosialisasi teori, kegiatan ini juga menghadirkan simulasi konsep eduwisata aquaponik, di mana anak-anak diperlihatkan potensi pengembangan kolam ikan dan tanaman sayur sebagai wahana pembelajaran langsung. Melalui pendekatan bahasa yang sederhana, anak-anak diajak mempelajari kosakata sains dasar seperti air, tanaman, dan ikan sambil mengamati proses alami dalam sistem aquaponik.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah LingkunganKata Kunci : Mahasiswa, KKN-T, UNDIP, Kemendiktisaintek, Batang, Aquaponik, Agroekowisata, Desa Tumbrep, Edukasi Anak Sekolah
Pengobatan Alternatif Muara Jambi Haji Abdul Azis Ahli Pembesar Alat Vital
19 Jun 2026, 5:59 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Jakarta Utara Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
12 Jun 2026, 8:19 WIB
Pusat Pembesar Alat Vital Palembang Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
07 Jun 2026, 6:59 WIB
Transformasi Digital Industri Pertambangan: Transparansi, Efisiensi, dan Keberlanjutan
05 Jun 2026, 14:37 WIB
04 Jun 2026, 16:32 WIB
04 Jun 2026, 17:25 WIB
Tradisional
28 Mei 2026, 3:33 WIB
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Tradisional
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Tradisional
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...