Hal ini kemudian menjadi perhatian global akan besarnya gelombang unjuk rasa yang dilakukan masyarakat Serbia untuk menolak proyek tambang lithium di Lembah Jadar.
Proyek ini dikerjakan oleh Rio Tinto, perusahaan multinasional yang bergerak dalam urusan pertambangan dan logam.
Sebelumnya, proyek ini pernah dibatalkan pada tahun 2022 akibat gelombang aksi protes skala nasional yang dilakukan. Namun saat ini proyek tersebut mendapatkan lampu hijau untuk dilanjutkan.
Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar bagi masyarakat Serbia. Mengutip dari notebookcheck.net , berikut ringkasan fakta-fakta penolakan terhadap proyek tambang lithium terbesar di Eropa tersebut
Kekhawatiran akan ancaman bagi lingkungan dan kemanusiaan
Dampak lingkungan menjadi salah satu kekhawatiran terbesar bagi warga lokal atas hadirnya proyek tambang lithium.
Disamping itu, potensi pencemaran air tanah sebagai sumber air minum juga menjadi ancaman besar bagi kesehatan warga lokal. Terlebih lagi, proses penambangan tiap harinya akan menggunakan ribuan ton dinamit dan asam sulfat untuk mengekstraksi lithium dari batuan.
Lithium sendiri merupakan bahan penting dalam pembuatan baterai yang digunakan untuk perangkat-perangkat elektronik serta kendaraan listrik.
Nantinya tambang yang terletak di Lembah Jedar ini diperkirakan mampu memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan lithium di Eropa.
800 hektar hutan dan lahan pertanian akan dibuka dan dihancurkan
Sekitar 800 hektar hutan dan lahan pertanian produktif dihabisi untuk proyek ini. Masyarakat sekitar juga terdampak dan menghadapi ancaman pengusiran paksa.
Hal ini tentu juga menyebabkan hilangnya mata pencarian utama masyarakat sekitar yang telah menggantungkan kehidupan mereka melalui pertanian.
Faktor politik dan ekonomi jadi pendorong pembangunan proyek tambang
Pengaruh faktor politik dan ekonomi pada proyek tambang lithium di Serbia tidak dapat dipungkiri. Pasalnya saat ini Serbia masih dalam proses untuk bergabung bersama Uni Eropa sejak 2012.
Apalagi proyek tambang lithium ini mendapat dukungan dari Jerman, negara yang memiliki industri kendaraan listrik besar dengan kekuatan ekonomi terbesar di Eropa.
Para kritikus menduga, dukungan yang diberikan Jerman sebagai tekanan politik dan ekonomi bagi Serbia dengan mengabaikan dampak bagi negaranya untuk pemenuhan kebutuhan industri di Eropa.
Beberapa orang juga mempertanyakan urgensi pembangunan tambang ini di Serbia, padahal beberapa negara Eropa lainnya juga memiliki cadangan lithium yang besar.
Catatan kerusakan lingkungan dan pelanggaran HAM oleh Rio Tinto
Rio Tinto memiliki catatan kelam dalam perusakan lingkungan dan pelanggaran HAM. Salah satunya saat mereka terlibat dalam penghancuran goa-goa Aborigin berusia 46.000 tahun di Australia sebagai bukti kehidupan manusia masa itu.
Fakta ini menambah kekhawatiran masyarakat bahwa Rio Tinto berpotensi besar mengabaikan dampak lingkungan dan hak-hak masyarakat lokal dikemudian hari.
Apalagi, saham perusahaan yang berpusat di London ini dipegang oleh China dan anggota keluarga kerajaan Inggris sehingga menambah kecurigaan masyarakat akan orientasi dari proyek ini.
Kata Kunci : Fakta-Fakta Tambang Lithium Terbesar di Eropa yang Diprotes Warga Serbia
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...