Pemerintah sendiri melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah bersepakat pada Agustus 2024 lalu untuk moratorium atau menangguhkan izin proyek baru pada smelter nikel berteknologi RKEF.
Hal ini dikarenakan pasokan dari smelter yang memproduksi NPI mulai berlebih sehingga perlu adanya moratorium. Moratorium dinilai dapat menjadi kunci dalam meminimalisir penggunaan sumber daya bijih nikel yang semakin menipis.
Masa Depan Teknologi RKEF
Baca Juga : Teknologi Dry Stack Tailing dalam Pertambangan : Solusi Ramah Lingkungan?
Meski mulai ditinggalkan dalam dunia industri pengolahan bijih nikel, teknologi RKEF tetap dapat menjadi pilihan dalam pengolahan bijih nikel karena efisiensi biaya investasi dan operasional yang dijanjikan.
Namun, penting untuk terus mengatasi tantangan dengan menemukan solusi-solusi kebijakan terbaik dalam pemanfaatan teknologi RKEF. Hal ini dimaksudkan agar teknologi ini dapat berkontribusi secara maksimal terhadap keberlanjutan industri nikel, baik di Indonesia maupun di dunia.
Baca Juga : Kementerian ESDM Temukan Harta Karun Lithium di Bledug Kuwu GroboganKata Kunci : Mengenal Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) Teknologi Pengolahan Bijih Nikel Yang Hampir Punah
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...