Disisi lain, proses pengolahan bijih nikel yang menggunakan bahan bakar seperti batubara dan kokas ini menghasilkan biaya energi yang cukup tinggi. RKEF juga dinilai kurang ramah terhadap lingkungan karena menyebabkan polusi udara dan limbah cair yang membutuhkan penanganan khusus.
Selain itu, penggunaan teknologi RKEF juga tidak mampu dalam mengolah bijih nikel laterit dengan oksidasi tinggi yang merupakan sumber utama cadangan nikel yang dimiliki Indonesia. Teknologi RKEF dinilai lebih cocok untuk pengolahan bijih nikel saprolit yang mengandung besi.
Aplikasi di Dunia dan di Indonesia
Baca Juga : Mengenal Double Flash Smelting, Teknologi Canggih pada Smelter baru PT Amman di NTB
Secara global, negara-negara seperti Cina dan Australia telah mengadopsi RKEF untuk meningkatkan kapasitas produksi nikel mereka. Di Indonesia, teknologi ini banyak diterapkan oleh perusahaan-perusahaan pertambangan untuk mengolah bijih nikel.
Namun seiring berjalanannya waktu, teknologi ini mulai ditinggalkan dan perusahaan pengolahan bijih nikel mulai beralih pada teknologi HPAL yang dinilai lebih ramah lingkungan serta dapat menghasilkan kadar nikel yang lebih tinggi.
Pada Agustus 2024 lalu, Sekretaris Umum Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI), Meidy Katrin Lengkey mengungkapkan bahwa saat ini jumlah smelter berteknologi RKEF yang beroperasi di Indonesia sebanyak 49 smelter.
Baca Juga : Indonesia dan Inggris Sepakati Kerjasama Teknologi Bidang Mineral KritisKata Kunci : Mengenal Rotary Klin Electric Furnace (RKEF) Teknologi Pengolahan Bijih Nikel Yang Hampir Punah
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...