Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Nasional
»
Detail Berita


Kasus Polisi Tembak Polisi Diduga Akibat Lindungi Tambang Ilegal, Penegakan Hukum Harus Transparan

Foto: Ilustrasi tambang (Canva)
Pasang Iklan

Solok Selatan, Kilaswarta.com -- Insiden tragis terjadi pada Jumat (22/11/2024) lalu di Polres Solok Selatan yang melibatkan dua anggota kepolisian di Polres Solok Selatan. AKP Dadang Iskandar yang diduga melindungi pengusaha tambang ilegal galian c menembak rekannya sendiri, AKP Ryanto Ulil hingga tewas.

Peristiwa bermula saat AKP Ryanto selaku Kasat Reskrim Polres Solok Selatan menangkap salah satu pengusaha tambang ilegal dan membawanya ke Polres Solok Selatan. Saat di kantor, AKP Dadang yang merupakan Kabag Ops Polres Solok Selatan menghampiri AKP Ryanto. Tidak lama kemudian suara tembakan terdengar sekitar pukul 00.43 WIB.

Akibat insiden tersebut, anggota Polres Solok Selatan langsung membawa AKP Ryanto ke Puskesmas Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Solok Selatan untuk diberikan pertolongan. Namun sayang nyawa AKP Ryanto tidak tertolong.

Insiden tersebut diduga berkaitan dengan penangkapan seorang pengusaha tambang ilegal yang dilakukan AKP Ryanto. Saat ini, polisi sudah menangkap AKP Dadang dan sedang mendalami kasus yang menewaskan AKP Ryanto tersebut.

Solok Selatan Jadi Surga Pertambangan

Dilansir dari serambinews.com pada Senin (25/11/2024), Sugeng Teguh Santoso selaku Ketua Indonesia Police Watch (IPW) menduga AKP Dadang Iskandar membunuh rekannya untuk melindungi aktivitas pertambangan ilegal.

Sebagai informasi, Solok Selatan merupakan salah satu surga bagi aktivitas pertambangan. Bahkan harta karun yang tersimpan di kabupaten tersebut disinyalir juga menjadi incaran negara lainnya. Tak heran jika Solok Selatan dijuluki sebagai bukit emas karena sumberdaya alamnya yang kaya dan melimpah.

Berdasarkan informasi yang beredar ditengah masyarakat setempat, aktivitas pertambangan emas di wilayah Solok Selatan salah satunya diduga ada keterlibatan pihak asing. Diperkirakan setiap bulannya mereka mampu menghasilkan hingga 30 kg emas.

Data Wahana Lingkungan Hidup Sumatera Barat (Walhi Sumbar) mengemukakan bahwa titik lokasi penambangan tersebar di sepanjang aliran Sungai Batang Hari, Sungai Batang Bangko serta di Tambang Pamog dan Panggulan di Kecamaran Sangir.

Investigasi Walhi pada tahun 2019 mengemukakan bahwa terdapat setidaknya 28 lokasi tambang emas ilegal di Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh. 22 titik lokasi tambang emas ilegal tersebut sudah tidak aktif dan ditinggal begitu saja tanpa adanya upaya reklamasi lahan bekas tambang.

Penegak Hukum Harus Tegas dan Transparan

Walhi Sumbar menilai, aktvitas penambangan ilegas di Sumbar selama ini hampir tidak pernah tersentuh oleh hukum. Hal ini dibuktikan dengan maraknya aktivitas pertambangan ilegal, bahkan beberapa lokasinya disinyalir berada dipinggir jalan nasional.

Kasus polisi tembak polisi ini dapat menjadi awal mula dibukanya tabir aktivitas pertambangan ilegal yang terjadi di Sumbar. Adanya kasus ini membuat perhatian yang sangat besar dikalangan publik, bukan hanya di Sumbar namun secara Nasional.

Dilansir dari republika.co.id pada Senin (25/11/2024), Adel Wahidi selaku Pjs Kepala Perwakilan Ombudsman RI Sumatera Barat meminta agar Polda Sumbar mengungkap motif dibalik pembunuhan antara sesama polisi ini dengan komprehensif dan transparan.

Adel juga mengungkapkan bahwa penting bagi penegak hukum untuk mengungkap kasus ini seterang-terangnya. Menurutnya, biasanya kasus yang berkaitan dengan tambang ilegal tidak berdiri sendiri, banyak jejaring yang biasanya terlibat dalam kasus pertambangan ilegal.

Halaman :

Kata Kunci : Kasus Polisi Tembak Polisi Diduga Akibat Lindungi Penambangan Ilegal, Penegakan Hukum Harus Transparan

Sorotan

Tim Pengabdian Masyarakat Biologi Undip Kenalkan Pewarna Tekstil dari Bahan Alam kepada Dharma Wanita Persatuan FSM Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Setempat

14 Feb 2026, 17:12 WIB

Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo

09 Feb 2026, 18:44 WIB

KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik

05 Feb 2026, 18:39 WIB

KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi

31 Jan 2026, 20:03 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua