Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Makrofauna Tanah dan Keseimbangan Ekosistem: Kegiatan Observasi dan Identifikasi oleh Mahasiswa KKNT UNDIP di Bangsal Wedhus Marimulyo Menggunakan Metode PitFall Trap

Foto: Kegiatan Pengumpulan dan Identifikasi Makrofauna dengan Menggunakan Metode PitFall Trap di Bangsal Wedhus Marimulyo
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Klaten, Kilaswarta.com -- Kamis, 17 Juli 2025 (7/7) Tim Lingkar Program Studi Biologi yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 146 Universitas Diponegoro melakukan studi mengenai hewan-hewan yang hidup di dalam tanah maupun di permukaan tanah yang dikenal sebagai makrofauna tanah.

Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Aminullah dkk, (2015) makrofauna tanah adalah hewan tanah yang memiliki ukuran panjang tubuh >2 mm.

Fauna tanah yang termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (kelas Oligochaeta), dan makroarthropoda mencakup rayap (ordo Isopetera), semut (ordo Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan Sentipida (ordo Chilopoda).

Peranan fauna tanah adalah untuk mengubah bahan organik baik yang masih segar maupun setengah segar atau sedang melapuk sehingga menjadi bentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Studi observasi dan identifikasi dilakukan di lingkungan peternakan domba "Bangsal Wedhus Marimulyo" yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari 17-19 Juli 2025.

Sebanyak 6 mahasiswa yang terdiri dari Nadia Putri Alfiani, Nanda Indarwati, Noor Maulidda, Syifa Zaskia Putry, Trifena Angguriexa, Uswatun Khasanah, turut berperan aktif dalam kegiatan observasi dan identifikasi jenis makrofauna tanah pada area lingkungan peternakan domba “Bangsal Wedhus Marimulyo”.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis makrofauna yang ditemukan pada area kandang serta keterlibatan perannya menggunakan metode pamasangan jebakan PitFall Trap.

Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Moleong dkk., (2023) Metode Pitfall trap/Perangkap jebak di bawah permukaan tanah digunakan untuk memerangkap serangga tanah yang berada di permukaan tanah.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan survei lokasi untuk menentukan titik pemasangan PitFall Trap.

Dalam menentukan titik lokasi, dipilih empat area yang dibagi menjadi tiga stasiun berupa stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 yang terletak di dalam area kandang, tepatnya berlokasi di bawah kandang domba serta satu satu titik sebagai stasiun kontrol di luar kandang.

Lokasi yang telah ditentukan nantinya akan dipasang jebakan Pitfall trap dengan menggali tanah dengan ukuran diameter tertentu, kemudian diberi gelas berisi campuran air dan detergen lalu diberi peneduh dari kantong plastik yang ditancapkan menggunakan tusuk sate dari permukaan tanah.

Jebakan dipasang dan ditunggu selama 12 jam dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 20.00 malam. 

Identifikasi menjadi tahap akhir dalam rangkaian kegiatan ini setelah jebakan dibiarkan selama 12 jam.

Hewan makrofauna yang masuk ke dalam jebakan akan diidentifikasi jenis dan jumlahnya berdasarkan tempat ditemukannya.

Hal ini menjadi tolak ukur keragaman ekosistem di dalam kandang yang turut terlibat dalam kesuburan tanah di peternakan domba “Bangsal Wedhus Marimulyo”.

Hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh tim lingkar biologi KKNT UNDIP  menunjukkan bahwa jenis spesies berikut ini : 

Stasiun 1: ditemukan Camponotus chromaiodes (1), Ptecticus trivittatus (2), Aedes sp. (3), Orthomorpha coarctata (2), Dolichoderus thoracicus (8), dan Thysanoptera (1).

Staisun 2: ditemukan Onthophagus semiaureus (1), Camponotus chromaiodes (1), Trigoniulus corallinus (2), Orthomorpha coarctata (2), Thysanoptera (3), Dolichoderus thoracicus (3), dan Hydrophillidae (1).

Stasiun 3: ditemukan larva Plecoptera (1), Onthophagus semiaureus (2), kecoa (1), Orthomorpha coarctata (1), Trigoniulus corallinus (1), Cirenea nauphotea (1), Lasius niger (1), Psychodidae (2), Thysanoptera (1), dan Bembidion tetragrammum (2).

Stasiun Kontrol: ditemukan Acheta domestica (2), Camponotus chromaiodes (2), Orthomorpha coarctata (1), Aedes sp. (1), Trigoniulus corallinus (2), Dolichoderus thoracicus (1), Onthophagus semiaureus (1), Coccinellidae sp. (1), Lasius niger (2), Dolichoderus thoracicus (7), Drosophila melanogaster (2), dan Megascolia maculata (1).

Data ini menunjukkan variasi jenis makrofauna di dalam dan di luar area kandang, dengan semut dan kumbang sebagai kelompok dominan.

Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh gambaran keragaman makrofauna tanah di lingkungan peternakan domba Bangsal Wedhus Marimulyo.

Keberadaan berbagai jenis serangga, arthropoda, dan molusca menunjukkan adanya aktivitas biologis yang berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik dan daur ulang unsur hara.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemantauan ekosistem tanah di sekitar peternakan.

Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah melakukan pemantauan berkala, mengkaji faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan makrofauna, serta mengembangkan strategi pengelolaan kandang yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan produksi ternak.

REFERENSI

Aminullah, Y., Mahmudati, N., & Zaenab, S. (2015). Keanekaragaman makrofauna tanah daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 1(2).

Moleong, S. T. J., & Dapas, F., & Suroyo (2023). Keanekaragaman Serangga Permukaan Tanah Pada Kawasan Hutan Kota Di Desa Kuwil Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Uta. Journal of Biotechnology and Conservation in Wallacea, 3(1), 20-24.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Macrofauna, Fauna Tanah, Bangsal Wedhus Marimulyo, PitFall Trap

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua