Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Aminullah dkk, (2015) makrofauna tanah adalah hewan tanah yang memiliki ukuran panjang tubuh >2 mm.
Fauna tanah yang termasuk dalam jenis makrofauna tanah adalah cacing tanah (kelas Oligochaeta), dan makroarthropoda mencakup rayap (ordo Isopetera), semut (ordo Hymenoptera), moluska (ordo Gastropoda), milipida (ordo Diplopoda) dan Sentipida (ordo Chilopoda).
Peranan fauna tanah adalah untuk mengubah bahan organik baik yang masih segar maupun setengah segar atau sedang melapuk sehingga menjadi bentuk senyawa lain yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.
Studi observasi dan identifikasi dilakukan di lingkungan peternakan domba "Bangsal Wedhus Marimulyo" yang dilaksanakan selama 3 hari dimulai dari 17-19 Juli 2025.
Sebanyak 6 mahasiswa yang terdiri dari Nadia Putri Alfiani, Nanda Indarwati, Noor Maulidda, Syifa Zaskia Putry, Trifena Angguriexa, Uswatun Khasanah, turut berperan aktif dalam kegiatan observasi dan identifikasi jenis makrofauna tanah pada area lingkungan peternakan domba “Bangsal Wedhus Marimulyo”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui jenis makrofauna yang ditemukan pada area kandang serta keterlibatan perannya menggunakan metode pamasangan jebakan PitFall Trap.
Dilansir dari jurnal yang ditulis oleh Moleong dkk., (2023) Metode Pitfall trap/Perangkap jebak di bawah permukaan tanah digunakan untuk memerangkap serangga tanah yang berada di permukaan tanah.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan survei lokasi untuk menentukan titik pemasangan PitFall Trap.
Dalam menentukan titik lokasi, dipilih empat area yang dibagi menjadi tiga stasiun berupa stasiun 1, stasiun 2, dan stasiun 3 yang terletak di dalam area kandang, tepatnya berlokasi di bawah kandang domba serta satu satu titik sebagai stasiun kontrol di luar kandang.
Lokasi yang telah ditentukan nantinya akan dipasang jebakan Pitfall trap dengan menggali tanah dengan ukuran diameter tertentu, kemudian diberi gelas berisi campuran air dan detergen lalu diberi peneduh dari kantong plastik yang ditancapkan menggunakan tusuk sate dari permukaan tanah.
Jebakan dipasang dan ditunggu selama 12 jam dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 20.00 malam.
Identifikasi menjadi tahap akhir dalam rangkaian kegiatan ini setelah jebakan dibiarkan selama 12 jam.
Hewan makrofauna yang masuk ke dalam jebakan akan diidentifikasi jenis dan jumlahnya berdasarkan tempat ditemukannya.
Hal ini menjadi tolak ukur keragaman ekosistem di dalam kandang yang turut terlibat dalam kesuburan tanah di peternakan domba “Bangsal Wedhus Marimulyo”.
Hasil identifikasi yang telah dilakukan oleh tim lingkar biologi KKNT UNDIP menunjukkan bahwa jenis spesies berikut ini :
Stasiun 1: ditemukan Camponotus chromaiodes (1), Ptecticus trivittatus (2), Aedes sp. (3), Orthomorpha coarctata (2), Dolichoderus thoracicus (8), dan Thysanoptera (1).
Staisun 2: ditemukan Onthophagus semiaureus (1), Camponotus chromaiodes (1), Trigoniulus corallinus (2), Orthomorpha coarctata (2), Thysanoptera (3), Dolichoderus thoracicus (3), dan Hydrophillidae (1).
Stasiun 3: ditemukan larva Plecoptera (1), Onthophagus semiaureus (2), kecoa (1), Orthomorpha coarctata (1), Trigoniulus corallinus (1), Cirenea nauphotea (1), Lasius niger (1), Psychodidae (2), Thysanoptera (1), dan Bembidion tetragrammum (2).
Stasiun Kontrol: ditemukan Acheta domestica (2), Camponotus chromaiodes (2), Orthomorpha coarctata (1), Aedes sp. (1), Trigoniulus corallinus (2), Dolichoderus thoracicus (1), Onthophagus semiaureus (1), Coccinellidae sp. (1), Lasius niger (2), Dolichoderus thoracicus (7), Drosophila melanogaster (2), dan Megascolia maculata (1).
Data ini menunjukkan variasi jenis makrofauna di dalam dan di luar area kandang, dengan semut dan kumbang sebagai kelompok dominan.
Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh gambaran keragaman makrofauna tanah di lingkungan peternakan domba Bangsal Wedhus Marimulyo.
Keberadaan berbagai jenis serangga, arthropoda, dan molusca menunjukkan adanya aktivitas biologis yang berperan penting dalam proses dekomposisi bahan organik dan daur ulang unsur hara.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pemantauan ekosistem tanah di sekitar peternakan.
Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah melakukan pemantauan berkala, mengkaji faktor lingkungan yang mempengaruhi keberadaan makrofauna, serta mengembangkan strategi pengelolaan kandang yang ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan produksi ternak.
REFERENSI
Aminullah, Y., Mahmudati, N., & Zaenab, S. (2015). Keanekaragaman makrofauna tanah daerah pertanian apel semi organik dan pertanian apel non organik Kecamatan Bumiaji Kota Batu sebagai bahan ajar biologi SMA. JPBI (Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia), 1(2).
Moleong, S. T. J., & Dapas, F., & Suroyo (2023). Keanekaragaman Serangga Permukaan Tanah Pada Kawasan Hutan Kota Di Desa Kuwil Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Uta. Journal of Biotechnology and Conservation in Wallacea, 3(1), 20-24.
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Macrofauna, Fauna Tanah, Bangsal Wedhus Marimulyo, PitFall Trap
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...