"Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas Martin dan KKN Undip. Selama ini saya mengelola bank sampah ya sebisanya saja, tidak terlalu berpikir sampai ke risiko kesehatan. Setelah dijelaskan, saya jadi sadar betapa pentingnya menjaga diri dan betapa besarnya peran warga dalam membantu saya. Kalau warga menyetor sampah sudah bersih, pekerjaan saya jadi jauh lebih ringan dan aman. Ini ilmu yang sangat bermanfaat," tuturnya dengan antusias.
Sebagai dukungan nyata, Martin juga menyerahkan leaflet panduan dan poster SOP (Standar Operasional Prosedur), medical kit, dan sarung tangan kerja untuk dipasang dan dipakai di lokasi bank sampah. Harapannya, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan budaya baru yang lebih peduli terhadap kesehatan dan keselamatan dalam setiap kegiatan komunal di Kelurahan Mijen.
Botol Bekas Dalam Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah oleh Miftachul Jannah
Di tengah kesadaran warga RT 03 Kelurahan Mijen yang sudah cukup baik dalam memilah sampah plastik, masih muncul tantangan terkait bagaimana limbah tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Padahal, sampah plastik dan minyak jelantah merupakan dua persoalan lingkungan yang kerap diabaikan.
Baca Juga : Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat
Berangkat dari permasalahan inilah, mahasiswa KKN menawarkan sebuah program yang memadukan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dengan inovasi energi alternatif, yaitu pemanfaatan botol plastik bekas sebagai alat dalam pembuatan biodiesel dari minyak jelantah. Program ini diwujudkan melalui demonstrasi yang melibatkan sekitar 30 warga RT 03.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperlihatkan bagaimana botol plastik bekas dapat di-reuse sebagai penyaring minyak, wadah pengocok, sekaligus tempat pemisahan cairan pada proses pembuatan biodiesel. Sambil memperagakan tahapan kerja, mahasiswa juga menjelaskan konsep reaksi kimia transesterifikasi, yakni pencampuran minyak jelantah dengan metanol dan katalis basa (KOH) hingga menghasilkan dua lapisan gliserol di bagian bawah dan biodiesel di lapisan atas.
Tahapan sederhana ini mulai dari penyaringan minyak jelantah, pemanasan untuk menghilangkan kandungan air, pencampuran dengan larutan metanol dan KOH, hingga pemisahan serta pencucian biodiesel menjadi bukti nyata bahwa limbah rumah tangga dapat diubah menjadi bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan. Dengan cara ini, warga bukan hanya belajar mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga memahami bahwa energi bersih bisa dihasilkan dari kreativitas dalam mengelola limbah sehari-hari.
Baca Juga : MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from ExploitationKata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Bank Sampah, Biodiesel, Kesehatan, Keselamatan
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...