Program utama dimulai dengan mengolah minyak jelantah, limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, menjadi lilin aromaterapi bernilai jual tinggi. Produk ini diberi nama "Marlene", sebuah branding yang terinspirasi dari kata marine (laut) dan clean (bersih), sebagai simbol harapan untuk lingkungan yang lebih sehat.
Lilin aromaterapi ini tidak hanya menawarkan aroma menenangkan, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa limbah bisa kembali bersinar. Tim KKN bahkan melengkapinya dengan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), desain kemasan, hingga strategi branding agar masyarakat dapat langsung mengadopsinya sebagai peluang usaha kreatif berbasis lingkungan.
Tak berhenti di situ, tim KKN juga menghadirkan edukasi pengolahan sampah dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dari sisi biologi, masyarakat dikenalkan dengan proses alami dekomposisi sampah organik. Dari bidang teknik, mereka mempelajari rekayasa alat sederhana untuk mengolah limbah.
Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan
Dari perspektif ekonomi, dibahas potensi bisnis dari produk daur ulang. Sementara dari kacamata sosial, disampaikan pentingnya kesadaran kolektif dalam membangun budaya peduli sampah. Dengan pendekatan multi-disiplin ini, warga desa memperoleh pemahaman yang lebih utuh bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi dan sosial yang menjanjikan.
Kegiatan juga menyasar generasi muda melalui sosialisasi alat pemilah sampah otomatis di sekolah dasar. Dengan cara interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak melihat langsung bagaimana alat sederhana tersebut mampu membedakan sampah organik dan anorganik.
Antusiasme terpancar saat mereka mencoba alat tersebut. "Seru sekali bisa lihat sampah langsung dipisahkan otomatis. Jadi lebih gampang buang sampahnya," ujar salah satu siswa kelas 4 SD dengan penuh semangat. Momen ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya memilah sampah, sehingga tumbuh kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa PugeranKata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kaliprau, Pemalang, Lilin Aromaterapi, HPP
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...