Program utama dimulai dengan mengolah minyak jelantah, limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, menjadi lilin aromaterapi bernilai jual tinggi. Produk ini diberi nama "Marlene", sebuah branding yang terinspirasi dari kata marine (laut) dan clean (bersih), sebagai simbol harapan untuk lingkungan yang lebih sehat.
Lilin aromaterapi ini tidak hanya menawarkan aroma menenangkan, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa limbah bisa kembali bersinar. Tim KKN bahkan melengkapinya dengan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), desain kemasan, hingga strategi branding agar masyarakat dapat langsung mengadopsinya sebagai peluang usaha kreatif berbasis lingkungan.
Tak berhenti di situ, tim KKN juga menghadirkan edukasi pengolahan sampah dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dari sisi biologi, masyarakat dikenalkan dengan proses alami dekomposisi sampah organik. Dari bidang teknik, mereka mempelajari rekayasa alat sederhana untuk mengolah limbah.
Dari perspektif ekonomi, dibahas potensi bisnis dari produk daur ulang. Sementara dari kacamata sosial, disampaikan pentingnya kesadaran kolektif dalam membangun budaya peduli sampah. Dengan pendekatan multi-disiplin ini, warga desa memperoleh pemahaman yang lebih utuh bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi dan sosial yang menjanjikan.
Kegiatan juga menyasar generasi muda melalui sosialisasi alat pemilah sampah otomatis di sekolah dasar. Dengan cara interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak melihat langsung bagaimana alat sederhana tersebut mampu membedakan sampah organik dan anorganik.
Antusiasme terpancar saat mereka mencoba alat tersebut. "Seru sekali bisa lihat sampah langsung dipisahkan otomatis. Jadi lebih gampang buang sampahnya," ujar salah satu siswa kelas 4 SD dengan penuh semangat. Momen ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya memilah sampah, sehingga tumbuh kebiasaan baik yang berkelanjutan.
Melalui program terintegrasi ini, Mahasiswa KKN Undip Tim 160 ingin menegaskan bahwa sampah tidak selalu identik dengan masalah. Jika diolah dengan kreativitas dan ilmu pengetahuan, sampah dapat berubah menjadi produk bernilai, sumber pengetahuan, bahkan inspirasi bagi generasi muda. "Harapan kami, Desa Kaliprau dapat menjadi contoh desa berdaya dengan mengubah sampah menjadi berkah, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan," tutup perwakilan tim KKN.
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kaliprau, Pemalang, Lilin Aromaterapi, HPP
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...