Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Dari Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa KKN Undip 160 Hadirkan Inovasi Kreatif di Desa Kaliprau

Foto: Mahasiswa Berhasil Hadirkan Inovasi Kreatif di Desa Kaliprau
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Kaliprau, Pemalang, Kilaswarta.com -- Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip) Tim 160 menghadirkan inovasi nyata dalam bidang pengolahan sampah di Desa Kaliprau. Tidak sekadar memberikan teori, mereka merancang serangkaian program yang menyentuh aspek kreatif, edukatif, hingga teknologi sederhana agar masyarakat desa semakin peduli terhadap lingkungan.

Program utama dimulai dengan mengolah minyak jelantah, limbah rumah tangga yang selama ini dianggap tidak berguna, menjadi lilin aromaterapi bernilai jual tinggi. Produk ini diberi nama "Marlene", sebuah branding yang terinspirasi dari kata marine (laut) dan clean (bersih), sebagai simbol harapan untuk lingkungan yang lebih sehat.

Lilin aromaterapi ini tidak hanya menawarkan aroma menenangkan, tetapi juga membawa pesan kuat bahwa limbah bisa kembali bersinar. Tim KKN bahkan melengkapinya dengan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), desain kemasan, hingga strategi branding agar masyarakat dapat langsung mengadopsinya sebagai peluang usaha kreatif berbasis lingkungan.

Tak berhenti di situ, tim KKN juga menghadirkan edukasi pengolahan sampah dari berbagai sudut pandang keilmuan. Dari sisi biologi, masyarakat dikenalkan dengan proses alami dekomposisi sampah organik. Dari bidang teknik, mereka mempelajari rekayasa alat sederhana untuk mengolah limbah.

Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

Dari perspektif ekonomi, dibahas potensi bisnis dari produk daur ulang. Sementara dari kacamata sosial, disampaikan pentingnya kesadaran kolektif dalam membangun budaya peduli sampah. Dengan pendekatan multi-disiplin ini, warga desa memperoleh pemahaman yang lebih utuh bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar soal kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi dan sosial yang menjanjikan.

Kegiatan juga menyasar generasi muda melalui sosialisasi alat pemilah sampah otomatis di sekolah dasar. Dengan cara interaktif dan menyenangkan, anak-anak diajak melihat langsung bagaimana alat sederhana tersebut mampu membedakan sampah organik dan anorganik.

Antusiasme terpancar saat mereka mencoba alat tersebut. "Seru sekali bisa lihat sampah langsung dipisahkan otomatis. Jadi lebih gampang buang sampahnya," ujar salah satu siswa kelas 4 SD dengan penuh semangat. Momen ini diharapkan mampu menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya memilah sampah, sehingga tumbuh kebiasaan baik yang berkelanjutan.

Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kaliprau, Pemalang, Lilin Aromaterapi, HPP

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua