Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Atasi Limbah Hidroponik Overstock, KKN Tim 82 Undip Kenalkan Komposter Takakura Anti Bau di RW 04 Kelurahan Mijen

Foto: Penyerahan Unit Komposter ke Bu RW Setelah Melakukan Demonstrasi Pembuatan Kompos dengan Metode Takakura
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Mijen, Semarang, Kilaswarta.com -- Melimpahnya hasil panen dari kebun hidroponik Agrofarm di Kelurahan Mijen, Kecamatan Mijen, Semarang, ternyata menyisakan persoalan baru yaitu limbah sayuran selada berlebih atau overstock yang seringkali terbuang sia-sia. Menjawab permasalahan ini, seorang mahasiswa dari KKN Tim 82 Universitas Diponegoro, Martin Jonathan Butar-Butar, melaksanakan program kerja inovatif berupa sosialisasi dan demonstrasi pembuatan kompos organik dengan metode Takakura.

Kegiatan yang menyasar para ibu pengurus di lingkungan RW 04 ini dilaksanakan pada 09 Agustus bertempat di Tempat Posyandu Kenanga 2 RT 02. Program ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis bagi warga, khususnya para ibu, untuk mengelola limbah organik menjadi sesuatu yang lebih bernilai guna.

Martin, mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan dari Jurusan Kesehatan Masyarakat FKM Undip, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari observasinya di lapangan dan telah mendapat dukungan penuh dari Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Dr.Ing.Ir. Suherman, S.T., M.T., ini bertujuan untuk memberikan solusi praktis terhadap limbah organik.

Menurut Beliau, keberadaan kebun hidroponik merupakan sebuah potensi besar, namun akan lebih optimal jika diimbangi dengan sistem pengelolaan limbah yang baik.

Baca Juga : Inovasi Rocket Stove: Kontribusi Mahasiswa KKNT 27 Undip dalam Pengembangan Teknologi Ramah Lingkungan

"Dari sudut pandang Kesehatan Lingkungan, pengelolaan limbah organik di tingkat rumah tangga adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Metode Takakura ini saya pilih karena sangat cocok untuk ibu-ibu karena tidak berbau, tidak memerlukan lahan luas, dan bisa memanfaatkan sampah dapur sehari-hari," jelas Martin saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Metode Takakura sendiri merupakan teknik pengomposan aerobik dari Jepang yang menggunakan keranjang berlubang untuk memaksimalkan sirkulasi udara. Hal ini membuat proses penguraian sampah oleh mikroorganisme berlangsung cepat dan efektif tanpa menimbulkan bau busuk yang sering menjadi kekhawatiran warga.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama acara berlangsung. Para ibu yang terdiri dari pengurus RT dan RW 04 aktif bertanya dan terlibat langsung dalam sesi demonstrasi. Mereka diajarkan mulai dari menyiapkan keranjang komposter, membuat "bantalan sekam" sebagai filter bau, hingga cara memasukkan sisa sayuran hidroponik yang sudah dicacah.

Baca Juga : Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Kompos, Takakura, Organik, Komposter, Teknik Pengomposan Aerobik, Jepang

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua