α-tokoferol berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi lipid dari oksidasi dan mencegah perubahan warna yang tidak diinginkan pada produk daging. Senyawa ini juga menjaga pigmen alami seperti mioglobin tetap stabil. Menurut Argo dkk.
(2024), mekanisme α-tokoferol dalam mencegah terjadinya proses oksidasi yaitu dengan menjadi stabilisator untuk radikal bebas karena α-tokoferol memiliki banyak ikatan rangkap.
Studi penelitian dilakukan di lingkungan peternakan domba "Bangsal Wedhus Marimulyo" yang dilaksanakan selama 22 hari dimulai dari 26 Juli - 17 Agustus 2025. Sebanyak 12 mahasiswa yang terdiri dari Nadia Putri Alfiani, Nanda Indarwati, Noor Maulidda, Syifa Zaskia Putry, Trifena Angguriexa, Zalfatekha Putri, Raisya Noerzahrani Putri, Herlina Setiawati, Callista Al Sadila, Anisa Hana Pertiwi (Biologi), Uswatun Khasanah (Bioteknologi), dan Muhammad Iqbal (Peternakan), turut berperan aktif dalam kegiatan penelitian penambahan feed additive pada pakan peternakan domba “Bangsal Wedhus Marimulyo”.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pemberian feed additive dapat memperoleh warna daging yang lebih cerah. Penelitian terbaru dilakukan untuk meningkatkan kualitas warna daging pada domba tua dengan menguji efektivitas penambahan feed aditif berupa α-tokoferol dan ekstrak rosemary pada pakan.
α-tokoferol, yang merupakan vitamin E dengan sifat antioksidan kuat, berperan penting dalam mencegah oksidasi lipid yang dapat menyebabkan perubahan warna daging menjadi gelap atau tidak menarik. Sementara itu, ekstrak rosemary mengandung senyawa fenolik yang juga berfungsi sebagai antioksidan alami, memperkuat perlindungan terhadap degradasi warna daging.
Dalam studi ini, kedua zat additive tersebut dicampurkan ke dalam pakan bonggol ketela bersama dengan penambahan jamu, herbal, mineral, dan produk probiotik. Pakan tersebut dibagikan dalam 21 kantong untuk pemberian selama 21 hari dengan jadwal dua kali sehari, pukul 08.00 dan pukul 16.00, guna memastikan asupan nutrisi dan antioksidan yang konsisten.
Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan warna daging yang lebih cerah dan stabil, sehingga meningkatkan nilai jual produk ternak. Kegiatan penelitian ini diawali dengan mempersiapkan bahan-bahan untuk meracik formulasi pakan.
Pakan utama yang digunakan berupa bonggol jagung, kemudian ditambahkan feed additive berupa α-tokoferol (Vitamin E) sebagai antioksidan untuk mencegah oksidasi lipid, ekstrak rosemary yang mengandung senyawa fenolik sebagai antioksidan alami, serta jamu, herbal, mineral, dan produk probiotik yang berfungsi mendukung kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan nutrisi domba.
Seluruh bahan additive ditimbang sesuai kebutuhan, lalu dicampurkan dengan pakan hingga merata. Setelah itu, pakan yang telah diformulasikan dikemas ke dalam 21 kantong, masing-masing mewakili satu hari perlakuan. Selama 21 hari berturut-turut, pakan diberikan secara konsisten dua kali sehari pada pukul 08.00 dan pukul 16.00 untuk menjaga kestabilan asupan nutrisi dan antioksidan.
Setelah periode perlakuan selesai, domba disembelih guna mengevaluasi hasilnya. Dari proses ini, terlihat adanya perubahan kualitas pada daging domba tua, terutama pada perbaikan warna yang menjadi lebih cerah, stabil, dan memiliki nilai jual lebih tinggi. Kegiatan pemberian feed additive berupa rosemary dan α-tokoferol dilakukan dengan melibatkan pemilik mitra dan calon peternak.
Dalam praktiknya, mahasiswa secara langsung melakukan proses pencampuran dan pemberian pakan pada domba, sedangkan pemilik mitra berperan sebagai pengarah, mulai dari membantu menentukan domba yang digunakan hingga memberikan informasi mengenai takaran pakan harian yang biasa diterapkan di bangsal.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan dalam kegiatan sosialisasi kepada calon peternak lain agar dapat memahami metode feed aditif sejak awal. Feed additive ini berpotensi memberikan nilai tambah yang signifikan. Rosemary dikenal memiliki sifat antioksidan alami, sedangkan α-tokoferol (vitamin E) berfungsi mencegah oksidasi lemak.
Kombinasi keduanya diyakini mampu menghasilkan daging domba yang lebih cerah, segar, dan menarik secara visual, sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperbesar peluang kenaikan harga jual di pasaran. Hasil pengamatan awal menunjukkan bahwa domba dapat menerima pakan yang sudah ditambahkan feed additive dengan baik.
Hal ini memberikan indikasi positif bahwa formula pakan tambahan dapat diaplikasikan dengan mudah di lapangan, dengan harapan apabila dapat dilakukan uji dalam jangka waktu yang lebih panjang dapat menunjukkan warna daging menjadi lebih cerah dan bernilai jual lebih tinggi.
Kata Kunci : Mahasiswa, KKN, Undip, Bangsal Wedhus Marimulyo, Feed Aditif, Domba
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...