James Scott menunjukkan bahwa petani di Asia Tenggara, termasuk Jawa, menjalankan etos “work with nature,” yaitu bekerja dengan kesadaran penuh terhadap ritme alam, bukan melawannya.
Dalam dunia pendidikan, ngelakoni tampak dalam dedikasi guru kepada murid-muridnya. Banyak penelitian mengenai guru SD dan SMP di pedesaan Jawa menunjukkan bahwa mereka bekerja melampaui tugas formal: mendampingi siswa di luar jam belajar, memberi perhatian khusus kepada anak-anak yang bermasalah, hingga menyisihkan waktu untuk kunjungan rumah. Ini bukan sekadar “kerja tambahan,” tetapi bagian dari kesadaran profesi sebagai laku pengabdian.
Dalam konteks birokrasi dan layanan publik, ngelakoni memiliki makna strategis. Birokrat atau aparat pemerintahan yang ngelakoni pekerjaannya secara konsisten akan memperlihatkan integritas, ketepatan waktu, dan keberlanjutan program.
Baca Juga : Dinilai Berprestasi, dr Agus Ujianto Kembali Ditunjuk sebagai Direktur Utama RSI Sultan Agung Semarang
Studi Douglas Kammen mengenai birokrasi lokal di Indonesia mencatat bahwa keberhasilan program-program pembangunan sangat ditentukan oleh komitmen personal aparat lokal dalam menjalankan peran, bukan hanya oleh struktur kebijakan.
Dengan demikian, ngelakoni bukan sekadar etos budaya, tetapi dapat memengaruhi efektivitas kebijakan publik.
Dalam masyarakat Jawa, harmoni adalah nilai yang dijaga ketat. Harmoni bukan berarti ketiadaan konflik, melainkan kemampuan untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama, antara kehendak dan kewajiban, antara rasa dan laku. Prinsip ini tercermin jelas dalam praktik ngopeni ngelakoni.
Baca Juga : Pengobatan Alternatif Samarinda Haji Abdul Azis Pembesar Alat VitalKata Kunci : Implementasi Filosofi Ngopeni Ngelakoni dalam Praktik Sosial Masyarakat Jawa Tengah
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...