Tumpang koyor adalah kuliner khas Salatiga, Jawa Tengah. Tak semua membanggakannya, tapi sebagian besar warga Salatiga menyukainya. Tampilannya sederhana. Tak ada warna-warna merah, hijau, kuning, yang segar dan merangsang. Tapi, di balik warnanya yang buram itu ada perpaduan rasa gurih, pedas, agak masam, dengan tekstur lembut. Sekali makan, bisa ketagihan.
Bahan utama yang memberikan kekhasan rasa adalah tempe semangit, yakni tempe yang sudah terfermentasi ke tahap lanjut sampai dua-tiga hari. Di kalangan masyarakat Jawa, tempe serupa itu sering disebut tempe bosok atau busuk. Bahan utama lainnya adalah daging tetelan dan koyor alias tunjang.
Kuliner khas tradisional berbumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, kencur, daun jeruk, salam, lengkuas, dan cabai, kemudian dicampur santan. Dinamakan tumpang karena pada saat dimasak, menggunakan kuali yang ditumpangkan di atas tungku selama paling tidak dua jam. Istilah tumpang dari sambal tumpang juga identik dengan sambal yang terbuat dari tempe semangit itu.
Untuk menemukan warung yang menyajikan tumpang koyor di Kota Salatiga sangatlah mudah. Banyak warung menjualnya. Namun ada beberapa warung yang legendaris.
Bahan-bahan Tumpang Koyor
125 gram koyor sapi, bisa ditambah daging tetelan
10 bungkus tempe waras
3 bungkus tempe bosok
3 cabe merah besar buang bijinya
10 buah bawang merah
3 siung bawang putih
3 ruas kencur
5 lembar daun jeruk segar
2 lembar daun salam
1 ruas lengkuas geprek
600 ml air
500 ml santan sedang
Secukupnya garam
Secukupnya gula pasir
Secukupnya Kaldu bubuk sapi (optional)
Segenggam cabe rawit merah
Cara membuatnya:
Rebus koyor sapi dengan daun salam hingga empuk, angkat dan tiriskan, rebus tempe waras, tempe bosok. Tambahkan bawang merah, bawang putih, cabe merah, kencur, daun salam, daun jeruk segar, dan lengkuas yang sudah digeprek hingga mendidih, matikan api haluskan bawang merah, bawang putih, cabe merah, kencur, daun jeruk, haluskan juga tempe waras dan tempe busuk (tingkat kehalusan atau agak kasar disesuaikan selera) masukkan kembali ke dalam air rebusan tadi.
Tambahkan santan aduk hingga rata, bisa tambahkan cabe rawit merah utuh, bumbui dengan gula, garam dan kaldu bubuk aduk rata.
Ternyata, sambal tumpang termasuk salah satu penganan khas Indonesia yang telah ada bahkan sejak zaman kerajaan Nusantara. Heri Priyatmoko, peneliti sejarah kuliner dan yang juga dosen Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, mengatakan bahwa sambal tumpang telah tercatat ada sejak dua abad yang lalu. Dalam buku Serat Centhini dari 1814 sampai 1823 sudah disebutkan ada sambal tumpang itu di Bumi Mataram.
Serat Centhini yang ditulis 2 abad silam itu diceritakan ada banyak tokoh masyarakat yang melakukan perjalanan mengelilingi desa di daerah Jawa. Mereka masuk ke kampung-kampung untuk mengumpulkan ragam pengetahuan. Salah satunya adalah pengetahuan kuliner. Dalam dialog itu dikatakan si tamu tadi disuguhi tuan rumah masakan sambal tumpang.
Kata Kunci : kuliner, tumpang koyor, salatiga
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Bontang Haji Abdul Azis Ahli Terapi Resmi
28 Mei 2026, 3:33 WIB
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...