Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Historia
»
Detail Berita


Dari Jawatan Penerbangan Hingga Lahirnya TNI AU pada 9 April 1946

Foto: Persiapan TNI AU di Lanud Iswahjudi pada Desember 1975 sebelum menjalankan Operasi Seroja
Pasang Iklan
Oleh : Joko Yuwono

Jakarta, Kilaswarta.com -- Setiap tanggal 9 April diperingati sebagai hari lahirnya Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU).

Dikutip dari laman resmi TNI AU, sejarah lahirnya TNI AU berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 23 Agustus 1945.

BKR dibentuk untuk memperkuat Armada Udara yang saat itu sangat kekurangan pesawat terbang dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Seiring berjalannya waktu, BKR berubah menjadi TKR yang merupakan singkatan dari Tentara Keamanan Rakyat, pada 5 Oktober 1945.

Di masa TKR ini, Jawatan Penerbangan ada di bawah pimpinan Komodor Udara Soerjadi Soerjadarma.

Tak berselang lama, pada 23 Januari 1946 TKR kembali diubah, kali ini menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI). TKR Jawatan Penerbangan pun turut berubah menjadi TRI Jawatan Penerbangan.

Namun, hanya 3 bulan dari perubahan itu, perubahan kembali terjadi. Kali ini TRI Jawatan Penerbangan dihapus dan diganti dengan Angkatan Udara Republik Indonesia dan membuagnya sejajar dengan Angkatan Darat dan Angkatan Laut.

Inilah yang kemudian dijadikan hari peringatan lahirnya TNI AU. Penetapan ini secara De Jure tertuang dalam Penetapan Pemerintah Nomor 6/SD tanggal 9 April 1946.

 

Pesawat tempur TNI AU

Proses kelahiran TNI Angkatan Udara sebagai sebuah angkatan perang begitu singkat, yaitu sekitar tujuh bulan sejak Indonesia merdeka.

Ketika itu, alutsista yang dimiliki sangat sederhana, TNI AU hanya bermodalkan pesawat-pesawat bekas yang diperoleh dari rampasan tentara Jepang, seperti pesawat jenis Chureng, Nishikoreng, Guntei, dan Hayabusha.

Tak hanya pesawatnya, jumlah penerbang dan teknisinya pun sangat terbatas.

Namun, meski masih dengan kondisi begitu sederhana dan terbatas, TNI Angkatan Udara mampu menggores tinta emas dalam lembaran sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Salah satunya adalah terlaksananya operasi udara pertama pada 29 Juli 1947 yang merupakan serangan balasan terhadap Agresi Militer Belanda I tanggal 21 Juli 1947.

Darma bakti TNI AU juga sudah ditunjukkan sejak awal, misalnya gugurnya Kadet Kasmiran saat mempertahankan Lapangan Udara Maguwo saat Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948.

Barulah pada era tahun 1950-an, TNI AU kedatangan pesawat-pesawat dengan spesifikasi lebih baru dan moderen yang membuat kiprahnya menjadi selangkah lebih maju.

Misalnya P-51 Mustang, B-25 Mitchel, C-47 Dakota, AT-16 Harvard, serta pesawat amphibi Catalina.

Dengan pesawat-pesawat tersebut TNI Angkatan Udara ikut berperan dalam berbagai operasi keamanan dalam negeri, seperti penumpasan PRRI, Permesta, RMS, DI/TII serta berbagai gangguan keamanan dalam negeri lainnya.

 

Alutsista TNI AU

Dekade 60-an, TNI Angkatan Udara memasuki masa jayanya dan bahkan menjadi Angkatan Udara yang paling disegani di kawasan Asia Tenggara, karena memiliki alutsista udara yang cukup besar dan handal.

Pada era itu TNI AU juga berperan aktif dalam tugas besar yang diamanatkan negara, misalnya melaksanakan Operasi Trikora untuk mengembalikan Irian Barat ke Indonesia.

TNI AU juga ambil bagian dalam Operasi Dwikora dan penumpasan pemberontakan G30S PKI.

Setelah itu, TNI AU mengalami dinamika naik dan turun hingga akhirnya terbentuk TNI AU yang ada saat ini.

Peran dan tugas TNI AU Dalam Undang-Undang TNI Nomor 34 Tahun 2004, TNI bukan hanya diamanatkan untuk menjaga kedaulatan udara Indonesia, namun juga melaksanakan operasi bhakti dan tugas kemanusiaan di tengah masyarakat.

Misalnya TNI AU yang turun tangan terlibat dalam penanganan bencana alam tsunami di Aceh dan Sumatra Utara, dan berbagaj bencana alam lain yang terjadi di Tanah Air.

Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.

Halaman :

Kata Kunci : Sejarah TNI Angkatan Udara, TNI AU

Tag Berita :

Sorotan

Edukasi Beras Analog untuk Menanggulangi Bahaya Beras dan Mie Instan pada Ibu-Ibu dan Lansia Desa Pugeran

31 Jan 2026, 19:25 WIB

Ubah Sampah Organik Jadi Eco Enzyme, Mahasiswa KKN-T UNDIP Ajak Warga Pugeran Peduli Lingkungan

22 Jan 2026, 16:31 WIB

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua