Saat diresmikan, satuan militer tersebut awalnya diberi nama Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad).
Ide pembentukan Caduad berasal dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal A H Nasution yang menganggap situasi saat itu sangat mendesak, khususnya terkait sengketa Irian Barat.
Mayjen TNI Soeharto ditunjuk menjadi pemimpin Caduad pertama, dikutip dari laman resmi Kostrad.
Dalam menjakankan tugasnya, ia dibantu oleh beberapa nama lain, seperti Kolonel Ahmad Wiranata Kusuma, Letkol Inf Slamet Sudibyo, Letkol Inf Muwardi, Letkol Inf Amir Mahmud, Letkol Inf Soegoro, dan Mayor Inf Joko Basuki.
Belum genap setahun, Caduad ditugaskan untuk melakukan tugas operasi Trikora untuk membebaskan Irian Barat dari Belanda.
Operasi Jayawijaya
Ini merupakan tindak lanjut dari dicetuskannya Trikora oleh Presiden Soekarno yang berisi tiga hal, yaitu gagalkan pembentuan negara Papua di Irian Barat, kibarkan bendera Merah Putih di Irian Barat, dan bersiap untuk mengadakan mobilisasi umum.
Untuk melaksanakan tugas itu, dibentuklah Komando Mandala di wilayah timur Indonesia dengan markas besar berada di Ujung Pandang.
Tugas yang diberi sandi "Operasi Jayawijaya" ini melibatkan TNI AD, AL, AU, sukarelawan, dan rakyat.
Misi utamanya adalah membebaskan Irian Barat dari Belanda dengan perang terbuka, apabila perundingan damai tak tercapai.
Dalam operasi ini, Caduad sendiri menurunkan satu divisinya. Operasi militer pun membuahkan hasil. Penyerahan Irian Barat ditandai dengan berkibarnya bendera merah putih pada 1 Maret 1963.
Resmi berganti nama menjadi Kostrad
Nama Caduad kemudian resmi berganti menjadi Kostrad pada 1963, setelah Mayjen TNI Soeharto membuat telaah lebih lanjut untuk membentuk pasukan cadangan strategis.
Kostrad memiliki tugas pokok untuk melaksanakan operasi militer, baik berdiri sendiri maupun bagian dari operasi gabungan guna mempertahan kedaulatan negara.
Dalam bentuk organisasinya, Kostrad mempunyai bentuk komando lapangan yang terdiri dari Markas Komando dan Markas Divisi yang mencakup brigade, gugusan tempur, bantuan tempur, serta bantuan administrasi.
Dari sisi pembinaan, Kostrad berkedudukan langsung dibawah KSAD, sementara sisi operasional di bawah langsung Panglima TNI.
Dalam perkembangannya, Kostrad saat ini semakin besar dengan memiliki banyak organisasi, antara lain 3 Divisi Infanteri, Staf Ahli Pangkostrad, dan Inspektorat Kostrad.
Disclaimer :
Konten ini adalah berita Advertorial. Seluruh isi content dan/atau material yang ada di dalamnya sepenuhnya merupakan tanggungjawab pihak pemasang iklan.
Kata Kunci : Berita Indonesia terkini, terbaru dan terpercaya dalam perspektif bisnis, ekonomi, sosial, politik, budaya, teknologi dan ekologi
14 Feb 2026, 17:12 WIB
Tim KKNT UNDIP Dorong Modernisasi Peternakan Kambing di Desa Sumberejo
09 Feb 2026, 18:44 WIB
KKN Tematik UNDIP Bersama PKK Plosowangi Wetan Kembangkan Kerajinan Kreatif dari Limbah Plastik
05 Feb 2026, 18:39 WIB
KKNT 27 UNDIP Sulap Limbah Rumah Tangga Jadi Produk Bernilai di Plosowangi
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...