Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi energi baru terbarukan (EBT) hingga 3.687 gigawatt (GW). Besarnya potensi ini tentu harus dioptimalkan dengan baik agar mampu menghadirkan energi bersih bagi masyarakat.
Sektor energi panas bumi (geotermal) menjadi salah satu sektor energi yang sedang menjadi perhatian pemerintah untuk menghadirkan energi bersih. Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM tengah mengupayakan pemangkasan perizinan energi panas bumi.
Hal ini disampaikan Eniya Listiani Dewi selaku Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dalam acara ESG Symposium 2024 di Jakarta, pada Selasa (19/11/2024) lalu.
Baca Juga : Belum Tepat Sasaran, Pemerintah Kaji Opsi Skema Penyaluran Subsidi Energi
Eniya mengungkapkan bahwa saat ini Kementerian ESDM tengah mengupayakan pemangkasan perizinan pada pengembangan energi panas bumi dari yang sebelumnya 18 bulan menjadi hanya 5 hari saja.
Proses yang dipangkas menurut Eniya ialah pada pengajuan perizinan Online Single Submission (OSS) dengan pengurangan pemenuhan izin diawal untuk Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) serta dalam perizinan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal).
Perubahan regulasi terkait seperti Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LHK) serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko tengah dibahas dan akan segera direalisasikan.
Baca Juga : Kawah Kereta Api : Sumur Panas Bumi Tertua yang Jadi Tonggak Sejarah Dimulainya PLTP di IndonesiaKata Kunci : Pemerintah Akan Pangkas Perizinan Sektor Energi Panas Bumi Jadi 5 Hari
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...