Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk mempromosikan produk secara lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi ini, produk olahan pisang diharapkan tidak hanya dijual di lingkungan desa saja, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di luar wilayah.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan sosialisasi pengolahan kripik pisang juga bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga serta meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan hasil pertanian yang tersedia di sekitar mereka.
Dengan memanfaatkan pisang kepok yang sebelumnya hanya dijual mentah dengan harga murah, ibu-ibu PKK kini dapat mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Hal ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mengajarkan pentingnya inovasi dalam mengelola potensi lokal.
Baca Juga : Dari Kampus untuk Lingkungan: Rewearth 2025 Berhasil Salurkan Ribuan Pakaian ke Masyarakat
Selama kegiatan, ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti praktik dan diskusi. Selain itu, untuk mempermudah ibu-ibu mempraktikkan kegiatan pengolahan kripik pisang yang baik, mahasiswa juga memberikan luaran berupa leaflet yang dapat digunakan sebagai panduan tata cara pengolahan makanan dengan jelas.
Dari hasil kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah pisang kepok menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong terbentuknya usaha kecil yang berdaya saing di Desa Pugeran.
Baca Juga : MARINA Talks Workshop: Advancing Multi-Stakeholder Collaboration to Safeguard Central Java`s Migrant Fishers from ExploitationKata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Ibu-ibu PKK, Desa Pugeran, Olahan Pisang
Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
17 Jan 2026, 13:08 WIB
Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital
17 Jan 2026, 17:25 WIB
Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB
28 Des 2025, 8:36 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 20:30 WIB
Tradisional
27 Des 2025, 16:26 WIB
22 Des 2025, 11:48 WIB
Tradisional
18 Des 2025, 1:58 WIB
18 Des 2025, 13:28 WIB
05 Des 2025, 11:17 WIB
27 Nov 2025, 14:20 WIB
27 Nov 2025, 14:09 WIB
17 Nov 2025, 20:58 WIB
16 Nov 2025, 6:26 WIB
16 Nov 2025, 5:53 WIB
13 Nov 2025, 11:57 WIB
13 Nov 2025, 11:40 WIB
13 Nov 2025, 11:48 WIB
13 Nov 2025, 11:25 WIB
13 Nov 2025, 12:10 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...