Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Info Haji 2025
Home
»
Daerah
»
Detail Berita


Inovasi Olahan Pisang Kepok : Mengubah Hasil Kebun Menjadi Peluang Usaha Bagi Ibu Rumah Tangga

Foto: Tim KKNT-146 menyelenggarakan pemberdayaan wanita melalui program sosialisasi pembuatan kripik pisang sebagai alternatif pendapatan rumah tangga bersama dengan ibu-ibu PKK desa Pugeran
Pasang Iklan
Oleh : Rr. Anne Marie Heidija

Klaten, Kilaswarta.com -- Selasa, 12 Agustus 2025, mahasiswa KKN Tematik Universitas Diponegoro melakukan kegiatan sosialisasi pembuatan kripik pisang kepada ibu-ibu yang tergabung dalam anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) yang berada di RT 01 RW 02, Desa Pugeran, Kecamatan Karangdowo, Kabupaten Klaten. Kegiatan ini berlangsung pada pukul 15.30-17.30 WIB dan dilakukan di rumah ketua PKK yaitu rumah Ibu Lestari.

Acara ini diawali dengan pembukaan oleh koordinator kelompok yang juga bersamaan dengan kegiatan arisan anggota ibu-ibu PKK. Setelah arisan tersebut selesai kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan.

Setiap mahasiswa membawakan materi yang sesuai dengan bidang keilmuannya, mulai dari teknik pengolahan kripik pisang, pemilihan bahan baku yang tepat, hingga strategi pemasaran digital.

Trifena Angguriexa Saragih (Biologi) menjelaskan bagaimana cara memilih pisang kepok yang ideal serta Nadia Putri Alfiani (Biologi) mendemonstrasikan cara pembuatan kripik pisang yang baik dan penjelasan ilmiahnya.

Setelah itu, Fadhlina Ristiya Dewi (Agribisnis) menjelaskan mengenai keuntungan pemberian nilai tambah pada barang mentah dengan cara melakukan pengolahan untuk menambah nilai jual serta umur simpan dari hasil pisang itu sendiri.

Syabina Kamila, Femas Arianda Rizki (Teknik Komputer), dan Thalia Nurhaliza Intriasari (Sastra Inggris) membawakan materi mengenai desain kemasan digital berupa pembuatan logo serta bagaimana cara promosi produk melalui media sosial.

Dhiyaa Ulhaq M.K (Hukum) memberikan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha berupa izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan produk olahannya.

Sementara, Kintan Aqilla (Ilmu Pemerintahan) menjelaskan mengenai regulasi bantuan desa yang nantinya dapat mendukung UMKM yang dilakukan oleh masyarakat desa.

Terakhir, Aditiya Rizqi F (Akuntansi) mengajarkan pencatatan keuangan sederhana pada usaha rumahan serta cara penentuan harga jual bagi produk yang telah mereka buat.

Selama proses sosialisasi, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan teoritis tetapi juga melakukan praktik langsung pengolahan mulai dari proses pengirisan, perendaman dengan larutan garam untuk menjaga kerenyahan, penggorengan dengan suhu yang tepat, hingga tahap pengemasan keripik pisang.

Dengan cara ini, ibu-ibu PKK tidak hanya memahami konsep dasar, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang bisa diaplikasikan secara mandiri. Selain praktik, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemberian varian rasa pada kripik pisang seperti coklat dan cara pemberian rasa pada kripik pisnag yang sudah dibuat.

Varian rasa ini diharapkan mampu menarik minat konsumen yang lebih luas, baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Pengenalan inovasi produk menjadi poin penting untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing keripik pisang di pasaran.

Tidak hanya fokus pada aspek pengolahan, mahasiswa juga menekankan pentingnya strategi pemasaran dan branding produk. Ibu-ibu PKK diperkenalkan pada cara sederhana membuat logo dan desain kemasan yang menarik melalui aplikasi di ponsel.

Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk mempromosikan produk secara lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi ini, produk olahan pisang diharapkan tidak hanya dijual di lingkungan desa saja, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di luar wilayah.

Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan sosialisasi pengolahan kripik pisang juga bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga serta meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan hasil pertanian yang tersedia di sekitar mereka.

Dengan memanfaatkan pisang kepok yang sebelumnya hanya dijual mentah dengan harga murah, ibu-ibu PKK kini dapat mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Hal ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mengajarkan pentingnya inovasi dalam mengelola potensi lokal.

Selama kegiatan, ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti praktik dan diskusi. Selain itu, untuk mempermudah ibu-ibu mempraktikkan kegiatan pengolahan kripik pisang yang baik, mahasiswa juga memberikan luaran berupa leaflet yang dapat digunakan sebagai panduan tata cara pengolahan makanan dengan jelas.

Dari hasil kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah pisang kepok menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong terbentuknya usaha kecil yang berdaya saing di Desa Pugeran.

Halaman :

Berikan Penilaian untuk Artikel Ini

Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Ibu-ibu PKK, Desa Pugeran, Olahan Pisang

Sorotan

Strategi Branding Perguruan Tinggi Swasta untuk Menarik Minat Calon Mahasiswa Baru

18 Jan 2026, 8:18 WIB

Obat Kuat Perkasa Pria Gorontalo Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini

17 Jan 2026, 13:08 WIB

Begini Cara Branding Usaha untuk UMKM agar Bertahan dan Dipercaya di Era Digital

17 Jan 2026, 17:25 WIB

Gelar Bukan Lagi Jaminan, Human Skills Kini Jadi Mata Uang Termahal di Dunia Kerja

08 Jan 2026, 20:57 WIB


Pilihan Redaksi

Baca Juga

Berita Lainnya

Pasang Iklan
Goenglish CHANNEL
Lihat Semua
Gojapan CHANNEL
Lihat Semua
Tradisional CHANNEL
Lihat Semua