Acara ini diawali dengan pembukaan oleh koordinator kelompok yang juga bersamaan dengan kegiatan arisan anggota ibu-ibu PKK. Setelah arisan tersebut selesai kegiatan dilanjutkan dengan sesi presentasi oleh mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan.
Setiap mahasiswa membawakan materi yang sesuai dengan bidang keilmuannya, mulai dari teknik pengolahan kripik pisang, pemilihan bahan baku yang tepat, hingga strategi pemasaran digital.
Trifena Angguriexa Saragih (Biologi) menjelaskan bagaimana cara memilih pisang kepok yang ideal serta Nadia Putri Alfiani (Biologi) mendemonstrasikan cara pembuatan kripik pisang yang baik dan penjelasan ilmiahnya.
Setelah itu, Fadhlina Ristiya Dewi (Agribisnis) menjelaskan mengenai keuntungan pemberian nilai tambah pada barang mentah dengan cara melakukan pengolahan untuk menambah nilai jual serta umur simpan dari hasil pisang itu sendiri.
Syabina Kamila, Femas Arianda Rizki (Teknik Komputer), dan Thalia Nurhaliza Intriasari (Sastra Inggris) membawakan materi mengenai desain kemasan digital berupa pembuatan logo serta bagaimana cara promosi produk melalui media sosial.
Dhiyaa Ulhaq M.K (Hukum) memberikan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha berupa izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) dari Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan produk olahannya.
Sementara, Kintan Aqilla (Ilmu Pemerintahan) menjelaskan mengenai regulasi bantuan desa yang nantinya dapat mendukung UMKM yang dilakukan oleh masyarakat desa.
Terakhir, Aditiya Rizqi F (Akuntansi) mengajarkan pencatatan keuangan sederhana pada usaha rumahan serta cara penentuan harga jual bagi produk yang telah mereka buat.
Selama proses sosialisasi, mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan teoritis tetapi juga melakukan praktik langsung pengolahan mulai dari proses pengirisan, perendaman dengan larutan garam untuk menjaga kerenyahan, penggorengan dengan suhu yang tepat, hingga tahap pengemasan keripik pisang.
Dengan cara ini, ibu-ibu PKK tidak hanya memahami konsep dasar, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan yang bisa diaplikasikan secara mandiri. Selain praktik, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai pemberian varian rasa pada kripik pisang seperti coklat dan cara pemberian rasa pada kripik pisnag yang sudah dibuat.
Varian rasa ini diharapkan mampu menarik minat konsumen yang lebih luas, baik dari kalangan anak-anak hingga orang dewasa. Pengenalan inovasi produk menjadi poin penting untuk meningkatkan nilai jual dan daya saing keripik pisang di pasaran.
Tidak hanya fokus pada aspek pengolahan, mahasiswa juga menekankan pentingnya strategi pemasaran dan branding produk. Ibu-ibu PKK diperkenalkan pada cara sederhana membuat logo dan desain kemasan yang menarik melalui aplikasi di ponsel.
Selain itu, mereka juga diajarkan bagaimana memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram untuk mempromosikan produk secara lebih luas. Dengan pemanfaatan teknologi ini, produk olahan pisang diharapkan tidak hanya dijual di lingkungan desa saja, tetapi juga dapat menjangkau konsumen di luar wilayah.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan sosialisasi pengolahan kripik pisang juga bertujuan untuk menambah pendapatan keluarga serta meningkatkan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan hasil pertanian yang tersedia di sekitar mereka.
Dengan memanfaatkan pisang kepok yang sebelumnya hanya dijual mentah dengan harga murah, ibu-ibu PKK kini dapat mengolahnya menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Hal ini tidak hanya membuka peluang usaha baru, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi rumah tangga sekaligus mengajarkan pentingnya inovasi dalam mengelola potensi lokal.
Selama kegiatan, ibu-ibu PKK sangat antusias mengikuti praktik dan diskusi. Selain itu, untuk mempermudah ibu-ibu mempraktikkan kegiatan pengolahan kripik pisang yang baik, mahasiswa juga memberikan luaran berupa leaflet yang dapat digunakan sebagai panduan tata cara pengolahan makanan dengan jelas.
Dari hasil kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan keterampilan ibu-ibu PKK dalam mengolah pisang kepok menjadi produk bernilai tambah, sekaligus mendorong terbentuknya usaha kecil yang berdaya saing di Desa Pugeran.
Kata Kunci : KKNT Undip, Klaten, Ibu-ibu PKK, Desa Pugeran, Olahan Pisang
Tinjomoyo Berpotensi Jadi Lokawisata Alam Ikon Semarang Asal Dikelola Serius dan Konsisten
24 Mei 2026, 11:50 WIB
Pusat Pembesar Kejantanan Pria Balikpapan Haji Abdul Azis Atasi Lemah Syahwat Resmi
16 Mei 2026, 14:47 WIB
Obat Kuat Perkasa Pria Prabumulih Haji Abdul Azis Atasi Ejakulasi Dini
14 Mei 2026, 1:46 WIB
07 Mei 2026, 15:52 WIB
Tradisional
01 Mei 2026, 10:36 WIB
Tradisional
26 Apr 2026, 16:40 WIB
Tradisional
23 Apr 2026, 9:09 WIB
Tradisional
21 Apr 2026, 22:45 WIB
Tradisional
24 Mar 2026, 12:10 WIB
09 Mar 2026, 14:11 WIB
14 Feb 2026, 17:12 WIB
09 Feb 2026, 18:44 WIB
05 Feb 2026, 18:39 WIB
31 Jan 2026, 20:03 WIB
31 Jan 2026, 19:52 WIB
31 Jan 2026, 19:25 WIB
22 Jan 2026, 16:31 WIB
18 Jan 2026, 8:18 WIB
Tradisional
17 Jan 2026, 13:08 WIB
17 Jan 2026, 17:25 WIB
08 Jan 2026, 20:57 WIB
03 Jan 2026, 11:00 WIB
29 Des 2025, 6:52 WIB
29 Des 2025, 19:09 WIB

Dukung kami sajikan berita Inspirasional dan Independen Melalui Google...